11

5.2K 676 286
                                        

"AKHHH!" Taehyun memekik kencang saat pisau itu menancap di perutnya.

Ia tak yakin, tapi sepertinya itu bukanlah organ fatal.

Bisa ia lihat ibunya segera mencabut pisau itu dan meremat surainya. "Hhh... Anak ini... Belum mati?" monolognya.

Taehyun menggeleng dengan mata berkaca-kaca, ia yakin ibunya tidak memiliki niat penuh untuk membunuhnya.

"Kenapa... Kenapa kamu meninggalkanku dan abeojimu? Taehyun?" tanyanya dengan suara lirih.

Taehyun tidak bisa menjawab, luka tusukan itu membuatnya membisu.

"Apakah kamu tega meninggalkan eomma?" tanyanya.

"Katakan, Taehyun. Apakah eomma menyusahkan dirimu?" tanya ibu Taehyun dengan pandangan kosong ke arah Taehyun.

Taehyun tetap diam, kedua tangannya sibuk memblokir aliran darah dari perutnya.

Ibu Taehyun mendekat. "Maafkan eomma, sayang."

Taehyun meneteskan air matanya. Katakan ini bukanlah mimpi. Dan ya, ini kenyataan.

Tapi kenapa? Apakah meminta maaf itu harus hampir membunuh dulu?

"Kamu sayang eomma 'kan?" tanyanya sembari mengelus pipi Taehyun dengan lembut.

Taehyun mengangguk tanpa ragu. Tak pernah setitik dalam hatinya mengatakan bahwa ia membenci ibunya sendiri.

Ibunya mungkin gila, tapi Taehyun ingat, orang ini adalah yang melahirkan dia dahulu, yang membuatnya mendapat kesempatan untuk melihat dunia.

Meskipun harus mengorbankan nyawa kembarannya.

Ya, Taehyun seharusnya memiliki kembaran. Namun, Taehyun seolah memonopoli seluruh makanan dan protein yang di konsumsi oleh ibunya.

Membuat kembarannya harus terlahir dengan bagian tubuh yang tidak sempurna, bahkan tak bisa bernafas dengan benar.

Awal mula ibunya menjadi gila, saat kehilangan salah satu harapannya.

Tidak, dia tidak menyalahkan Taehyun. Dia tetap memberikan kesempatan kepada Taehyun untuk hidup, menjadi orang egois.

Dan Taehyun rasa, kesempatannya sudah berakhir. Ini saatnya hutang yang ia miliki dilunasi. "Terimakasih, eomma..." lirihnya.

Ibu Taehyun tersenyum dan mencekik leher Taehyun.

Taehyun memejamkan matanya, ia pasrah, tolong sampaikan kata maafnya pada Beomgyu.

Tunggu—dimana ibunya?!

Taehyun perlahan membuka matanya dan tidak menemukan siapapun disana.

"Ukh—" Taehyun berjalan dengan pincang, salah satu tangannya masih mencoba menghentikan aliran darah dari perutnya.

"Umph!" Taehyun membungkam mulutnya. Menggeleng pelan dengan aliran air mata membasahi wajahnya.

Orang itu... Suaminya?! Mengapa Beomgyu bisa disini?!

Dan... "Eomma..." Tubuh Taehyun merosot kebawah, kakinya yang sudah lemas menjadi tambah lemas ketika melihat pemandangan di depannya.

Beomgyu, dengan palu? Dan... Kepala ibunya yang hancur dengan matanya yang melotot.

"T-tae..." Beomgyu melempar palu itu tepat keatas perut ibu Taehyun. "S-sekarang kamu aman... Tidak ada yang bisa menyakitimu..."

Taehyun meringsut menjauh. "P-pergi... Pembunuh..." lirihnya membuat pergerakan Beomgyu terhenti.

Marry You ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang