"Taehyun," panggil Beomgyu kepada mantan suaminya itu.
Taehyun menoleh dengan senyum. "Iya?" tanyanya.
Beomgyu menunduk. "A-aku, aku tidak percaya kita....bercerai," ucapnya.
Taehyun tertawa. "Bukankah dulunya kau tidak mau mencintaiku? Sekarang? Saat berpisah kau malah sedih, mau mu apa?" tanya Taehyun.
Ucapan Beomgyu tertahan ketika Taehyun memeluknya. "Anggap ini pelukan terakhir, senang bisa bersamamu beberapa bulan ini, hyung," ucap Taehyun dan akhirnya melepas pelukan itu.
Taehyun melirik ke atas agar air matanya tak jatuh ke pipi.
"Kamu masih bisa bertemu dengan Hyeongyoo, aku tidak melarang karena kamu juga ayahnya." Taehyun merogoh sakunya.
"Ini." Sebuah kalung emas diserahkan oleh Taehyun. "Carilah orang lain yang akan memakai kalung ini. Aku bukanlah orang yang tepat," ucap Taehyun dan meletakkan kalung itu di genggaman Beomgyu.
Taehyun membungkuk hormat dan melambaikan tangannya. "Terimakasih, dan sampai jumpa," ucapnya dan pergi menjauhi Beomgyu dengan air mata yang mengalir deras.
Beomgyu sendiri masih terpaku disana. Dengan kalung emas di genggamannya, dan setitik air mata yang jatuh di atas tanah.
"Aku, kehilangan permataku, lagi," ucapnya dan memasukkan kalung itu ke saku mantelnya.
"Taehyun," gumamnya. "Apakah aku perlu melepaskan mu?"
Brumm...
"Papa, dimana daddy?" Pertanyaan itu sudah 3 kali dilontarkan oleh Hyeongyoo.
Taehyun menggeleng dengan senyuman tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anaknya.
Hyeongyoo tidak menyerah, kini ia mencoba bertanya kepada Hueningkai. "Kai ahjussi, dimana daddy?" tanyanya.
"Kamu masih terlalu muda untuk memahami ini, Hyeongyoo," sahut Hueningkai sembari menyetir.
"Hyunie, apakah Beomgyu masih menjadi manajer mu?" tanya Hueningkai yang dibalas anggukan.
"Kontrak dia masih lama. Mustahil juga untuk mengajukan pemutusan kontrak karena PD-NIM terlanjur menyukai kinerjanya," ucap Taehyun.
"Itu tandanya kamu akan terus bertemu dengan dia, bukan?" Taehyun mengangguk.
"Daripada memikirkan itu— Hyeongyoo, kamu mau sekolah 'kan?" tanyanya pada putranya itu.
Hyeongyoo mengangguk. "Sekolah! Daddy yang antar?" tanyanya.
Senyum Taehyun menghilang, ia kembali termenung kemudian menangis.
"Tae? Taehyun?" panggil Hueningkai namun tak lekas direspon.
Hyeongyoo yang melihat itu jadi takut sendiri, pemandangan ini mengingatkan dirinya saat pertengkaran Ibu dan Ayahnya dulu.
Tapi, kenapa Hyeongyoo harus mengalami ini 2 kali?
Tunggu, Hyeongyoo ingat namanya!
"Papa, apakah papa dan daddy—
—bercerai?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.