20

7.2K 649 225
                                        

Last ehe /cengengesan sambil meluk celurit/
Karena ini chapter terakhir, aku harap rame:D
Warn! Long chapter.

***

Dan hari ini sudah saatnya, menyambung ikatan lama, dan mencoba menjadi lebih baik.

Pernikahan Beomgyu dan Taehyun.

Memang yang kedua kalinya, mereka berharap yang kali ini dapat bertahan untuk selamanya.

‘Hilangkan keegoisan, dan ayo saling mengerti,’ kata Beomgyu.

"Ahjussi, nanti papa cantik tidak?" Hyeongyoo bertanya sembari melirik Hueningkai yang menggendongnya.

"Hm? Papa mu itu selalu cantik," jawab Hueningkai.

"Maksudnya sekarang! Ahjussi memuji papa ya?! Ahjussi mau Yungo lempar dengan meja itu?!" ujar Hyeongyoo sembari menunjuk meja prasmanan.

Hueningkai menaikkan sebelah alisnya, memangnya dia salah apa?

"Tapi tidak jadi deh," ucap Hyeongyoo, "kasihan..."

Hueningkai terkekeh, anak ini masih punya hati nurani ternyata.

"Kasihan makanannya tidak punya meja, kalau mejanya dilempar..." lanjut Hyeongyoo membuat Hueningkai melenyapkan tawanya, ia tarik kembali ucapannya tadi. Faktanya, Hyeongyoo memang tidak memiliki hati nurani.

"Hei, kamu sendiri?" Hueningkai menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya. "Hm... Ya, aku diminta untuk jaga Hyeongyoo," jawab Hueningkai.

"Ahjussi turunkan aku!" Hueningkai akhirnya menjatuhkan Hyeongyoo.

Hyeongyoo menatap tajam Hueningkai yang menyeringai. Kejam, pikir Hyeongyoo.

"Paman Yeonjun! Junbin dan Yeonbi boleh Hyeongyoo ajak main?" tanya Hyeongyoo.

Orang itu; Yeonjun mengangguk dan menurunkan kedua balita berusia 4 tahun dari gendongannya.

"Ututututu bayi bayiku! Ayo pegang tangan!" ujar Hyeongyoo dan pergi sembari menggandeng tangan Junbin dan Yeonbi.

"Hyeongyoo lebih tua setahun, tapi tingginya sama," ujar Hueningkai.

Yeonjun terkekeh dan mengubah ekspresinya. "Ngomong-ngomong, saya ingin bertanya," Hueningkai menoleh kearah Yeonjun. "Apa?" tanya Hueningkai.

"Kamu menyukai Taehyun?" tanya Yeonjun.

Hueningkai tertawa kecil. "Ketahuan ya?" tanyanya sembari menggaruk tengkuknya.

Yeonjun menepuk bahu Hueningkai. "Kadang mencintai tak selalu harus memiliki. Relakan agar Taehyun bahagia, karena ia sudah bertemu dengan jodohnya."

Mendengar itu, hati Hueningkai terasa remuk.

Bagaimana tidak? Kau menyimpan perasaan sejak masih sekolah menengah atas dan sekarang harus menghapus perasaan itu.

Menyedihkan sekali.

"Ow, apakah saya membuat atmosfer buruk disini? Maaf ya," ujar Yeonjun dan sedikit memberi jarak dengan Hueningkai.

Hueningkai menggeleng. "Tidak tidak, santai saja, aku tidak terlalu memikirkan itu."

"Ngomong-ngomong, apakah aku boleh ke tempat Beomgyu?" tanya Hueningkai.

Yeonjun mengangguk. "Tentu saja."

Hueningkai pamit dan pergi menuju tempat Beomgyu.

Sekarang Beomgyu sudah rapi dengan jas hitam dan kini sedang memainkan ponselnya, duduk di sebuah sofa berwarna merah maroon, dengan mimik wajah gugup.

Marry You ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang