Sekolah//12

66 31 4
                                        

Mengejar mimpi dan cita-cita adalah tujuan hidupku, bisa membahagiakan kedua orang tua ku adalah keinginan ku dimasa depan nanti. Semoga Tuhan mengabulkan dan meng-iyakan do'a ku itu, Amiiin

Part 12

"Udah-udah jangan berantem disini, ayoo ke kekelas, bentar lagi jam pelajaran dimulai"(Kata ira)

"Ra...Wahh...Aku minta maaf ya, aku ngomong kayak gitu gada maksud apa-apa kok, Aku cuma gak mau kalian sakit hati kayak di drama-drama Korea yang aku tonton"(Kelasku)

"Iyaa Syaa Gpp Kok, Aku ngerti."(Jawab Ira senyum)

"Inini efek terlalu sering nonton drama, jadi kayak gini kan,, uhhh dasarrr."(Jawab Najwah sewott)

"Apaan sih kamu, kalo gak mau aku perduliin ya sudah, mulai hari ini aku gak bakal perduliin kamu lagi, ingat itu Najwah Alifa Sakkah."(Kata ku sambil menunjuk ke arah Najwah)

"Ya Allah Kok malah makin ribuuttt sih, stopp kita ini sahabat Lo."(kata ira)

"Terserahh."(kata Najwah lalu pergi meninggalkan kami)

"Anjirrr Bangsattt emang tu anak."(Teriakku pada Najwah)



Aku dan Ira pun berjalan menuju kelas, lalu ada seorang laki-laki yang menghampiri kami berdua, dan ternyata laki-laki itu adalah Ramadhan.

"Hai Syaa".(Sapa Ramadhan padaku)

"Hai juga Dhan."(Jwb ku),

"Ehemm...Aku Gak di sapa ni??".(Kata ira pada Ramadhan)

"Eh maaf Ra..Gak kelihatan kalo ada kamu hehe."

"Astagfirullah Ramadhan gue ini gak kecil-kecil banget Lo, sampai-sampai Lo gak liat kalo gue ada disini juga."(kata Ira sambil melihat ke arah Ramadhan),

"Ada apa Dhan?, Kok tumben nyamperin."(Tanyaku pada Ramadhan)

"Ya mau ngedeketin kamu lah Syaaa apaa lagii."(Kata Ira sambil terlihat meledek)
"Apaan sih Ra."(Kata ku)

"Gpp sih cuma mau nyapa doangg, emang gak boleh ya Syaa? Kita kan temenan?."(Tanya Ramadhan padaku)

"Boleh kok,, boleh banget hehe."(Jawabku padanya)

"Gue duluan Dhan, Syaa Aku duluan ya."(Kata Ira pamit)

"Ehm iyaa Ra(Jawab ku dan Ramadhan)

•••

Aku dan Ramadhan pun melanjutkan perjalanan menuju ke kelas, Sambil sedikit bertukar cerita, Ramadhan adalah teman yang baik dalam hal mendengar kan cerita ku, aku bersyukur mempunyai teman seperti dia, walaupun akhir akhir ini aku sering merasa kan hal aneh, ketika dekat dengannya. Dan aku sama sekali tidak tau knp aku merasa begitu.


"Eh Syaa kamu, udah selesai mengerjakan tugas Matematika, Yg ibu Mira kasih kemarin?."(Tanya Ramadhan padaku)

"Alhamdulillah sudah kok, tadi malem aku ngerjain nya,"(Jwbku)

"Baguss deh kalo sudah, sama aku juga sudah."
"Susah bangettt tu soal, Sampe puyeng ni kepala ku ngerjain nya."(Kataku)

"Gampang Syaa, Soal gitu mah kecil."(Jawab ramadhan sombong)

"Iya itu menurut kamu, kalo aku sih susah bngt hha."(Jwbku)



....


Next??

"Pertama Dan Selamanya"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang