Kejujuran adalah kunci bahagia didunia
Berusaha lah untuk jujur, dan belajarlah untuk bisa menerima kenyataan, walaupun kenyataan itu pahit sekali pun!!
Fesya Indah Putri
~
Part 23
~Telpon pun berakhir~
Setelah mengetahui hal tersebut, aku bingung harus gimana? Aku juga sebenarnya sedih, bahkan aku juga merasakan sakit ketika mengetahui hal itu. Tapi Najwah?? Mungkin dia jauuh lebih sakit dari apa yang aku rasakan sekarang.
Aku pun memutuskan untuk menelpon Ramadhan untuk memastikan apa yang di katakan Ira dan najwah itu benar atau tidak.
Telpon berdering....Dring-Dring-Dring
"Assalamualaikum."(Salamku)
"Waalaikumsalam..Knp Sya? Kok nelpon?."(Tanya Ramadhan)
"Aku Mau nanya sama kamu."(Ucapku)
"Nanya apa Sya??.. Tanya aja, Insyaallah aku pasti jawab."(Ucap Ramadhan)
"Kamu harus jawab jujur ya."(Pintaku)
"Iya Sya iya..Tanya aja."
"Kamu?? Serius udah punya Pacar?."(Tanyaku)
"Aku? Punya pacar?."(Jwbnya)
"Aku nanya ke kamu, kok kamu malah nanya balik ke aku sih?"(Tanyaku kesal)
"Sya..Gini ya, aku itu gak punya pacar."(Jwbnya)
"Jangan bohong Dhan!!."(Ucapku)
"Fesya..Aku jujur, sangat jujur..Lagian kenapa sih? Kok tumben banget kamu nanyain hal kayak gitu ke aku, biasa nya juga gak pernah tuh."(Tanya Ramadhan)
"Enggak aku cuman mastiin aja, soalnya aku denger dari temen aku, katanya kamu udah punya gebetan gitu,"(Jelasku)
"Kalo aku punya pacar beneran, kenapa emang? Kamu cemburu ya??."(Ledeknya)
"Aku? Cemburu sama kamu? Haha Lawakmu lucu sayang!!."(Jawabku kesal)
"Apa tadi? Sayang? Sejak kapan kamu berani ngomong kayak gitu ke aku?."(Tanya Ramadhan)
"Enggak....Aku salah omong aja, Gausah di dengerin emang ni mulut suka, ceplas-ceplos aja kalo ngebacot."(Jawabku)
"Kalo seriusan Ngomongnya juga Gk knapa2 kok Sya."
"Mau nih aku tampar??."
"Yaelah Sya...Tampar aja kalo bisa, gak bakal bisa, ini kita ngobrol nya lewat telpon, kamu mana bisa nampar aku."(Ledeknya)
"Aku serius RAMADHAN!! Aku tanya sekali lagi, kamu udah PUNYA PACAR ATAU BELUM??."(Tanyaku)
"Aku Sendiri....Ya sendirian aku gak punya pacar Fesya....Lagian untuk apa aku pacaran? Kalo udah ada kamu yang selalu nememin aku?"(Katanya)
"Gak usah Ngomong gitu Kita ini cuman temenan, gak lebih."(Jawabku)
"Kalo lebih juga gak kenapa-kenapa kok."(Ucapnya)
"Sekali lagi kamu ngomong kayak gitu, aku gak mau lagi temenan sama kamu."(Pintaku)
"Iya-iya maaf Sya...Tapi soal omonganku itu, aku jujur Sya..Aku gak sedang main-main, aku serius ngomong kayak gitu."(Ucap Ramadhan)
"Oh ok, Assalamualaikum."(Akupun mematikan telpon dan meletakkan handphone ku diatas meja disamping tempat tidurku)
~
"Ya Allah kenapa jadi gini, bukannya aku mau menjauhi nya? Demi Najwah. Tapi kenapa dia berbicara seperti itu ya Allah? Fesya benar-benar bingung dan bimbang? Apa benar Ramadhan Ngomong tadi itu serius? Atau dia sedang bercanda?."
***
Walaupun itu serius, aku gak boleh egois, aku harus tetap menjauhinya, ini demi Najwah. Najwah sayang sama Ramadhan, dan aku harus merelakan hal itu, demi kebahagiaan sahabatku.
Setalah memastikan hal tersebut, aku pun menelpon Ira lagi...dan mengatakan padanya bahwa yang di katakan oleh Najwah itu tidak benar... Ramadhan masih sendiri.
Aku pun mengambil kembali handphone ku yang ku letakkan di atas meja tadi, kemudian aku menelepon Ira, dan menjelaskan semuanya padanya, agar dia bisa ngomong ke Najwah, dan agar Najwah Tidak menangis lagi.
***
Telpon berdering... Dring-Dring-Dring
"Assalamualaikum Ra."
"Waalaikumsalam Sya."
"Ra..Yang dikatakan oleh Najwah itu tidak benar, Ramadhan masih sendiri, dia belum punya pacar."
(Jelasku)
"Iya Sya..Aku udah tau itu."(Jawab nya)
"Kok udah tau? Tau dari siapa Ra? Trus Najwah udah tau atau belum? Kalo belum tau cepetan kasih tau, biar dia gak sedih-sedih lagi."(Tanya dan jelasku)
"Najwah yang bilang Sya,, Dia bilang dia salah paham, yang dilihatnya kemarin itu adiknya Ramadhan, bukan Pacar nya."(Jelas Ira)
"Astaghfirullah...Jadi Meika? Meika yang dikira Najwah pacar Nya Ramadhan Ra?."(Tanya ku)
"Iya..Meika!! Adik Sepupunya Ramadhan. Dasar tu sih Najwah matanya udah burem kali, Sampe-sampe Muka Orang aja dia gak inget!."(Ucap Ira)
"Alhamdulillah kalo semuanya sudah jelas, dan Najwah udah gak sedih-sedih lagi."(Jelasku)
"Iya Sya!! Sepertinya seriusan deh, Najwah udah beneran sayang banget sama Ramadhan, Sampe Nangis' gitu tu anak cuman gara-gara kesalah pahaman semata."(Kata Ira)
"Hhe iya kayaknya deh Ra, udah ya Ra, kalo masalahnya udah kelar aku matiin dulu ya telpon nya, soalnya aku ada kerjaan nih dirumah, Assalamualaikum."(Salamku)
"Waalaikumsalam Sya..Iya."(Jawab Ira)
~Telpon pun berakhir~
Sebenarnya aku mematikan telpon ku dengan Ira bukanlah karena aku ad kerjaan, tapi aku tidak mau kalo Ira Sampe tau, kalo aku ingin meneteskan air mataku, Kali ini aku benar-benar harus mengalah demi Najwah, aku harus benar-benar melupakan dan merelakan orang yang aku kagumi dan aku sukai bersama dengan Sahabat ku. Aku harap Ramadhan ku memiliki perasaan yang sama pada Najwah, agar mereka berdua bisa bersama!!."(Batinku sambil menahan Rasa sedih dan sakit itu, air mataku benar-benar sudah tidak bisa lagi aku tahan, aku menangis lagi)

Udah ya cukup segitu aja Part 23 nya, Nanti aku lanjuttin lagi di Part 24. Jangan lupa Vote ya.
#FebritaIndah
#PertamaDanSelamanya
NEXT???
KAMU SEDANG MEMBACA
"Pertama Dan Selamanya"
Teen FictionPertemanan antara Laki laki dan perempuan memang lah jarang dan langkah jika tidak melibatkan perasaan antara salah satu nya:) Maka dari itu, jika kamu berani Mencintai seseorang maka kamu juga harus bisa berusaha utk mengikhlaskan nya:) Cukup perca...
