CROWN GAME DAN SI BINTIK

333 57 20
                                        

Sazha berkali kali menghela napas sejak pertandingan Crown Game dimulai. Tim yang terdiri dari 3 gadis isekai itu hanya duduk bosan di ruang tunggu untuk peserta Crown Game. Mereka tak tertarik mengikuti ujian bonus ini, tapi demi misi, mereka memutuskan setidaknya untuk sekedar menonton dan memastikan tim Bam tidak menang.

Dalam hati, Anju bertanya tanya. Kenapa orang bernama Khun Aguero Agnis itu selalu menuruti apapun yang Bam inginkan? Ini bukan hanya terkaan, tapi benar benar terbukti. Buktinya, dia seorang anggota keluarga Khun yang terkenal akan kelicikannya, tapi Anju sama sekali tidak menemukan kelicikan di mata Khun saat dia bersama Bam. Khun tidak pernah menolak apa yang Bam inginkan, contohnya saat Bam ingin berteman dengannya. Lalu dia sempat melihat tatapan seorang Khun yang begitu tulus kepada Bam saat selesai ujian tahap ketiga tadi. Yak, dia jadi penasaran. Apa Khun menyukai Bam?

Anju langsung menjedok kepalanya yang mulai berpikir aneh aneh,
"Anjir, ni otak napa dah? Ga bisa dipake buat ngebacot lagi kah?" Ucap Anju.

Sazha hanya menggeleng melihat tingkah aneh sahabatnya itu. Lantas keheningan kembali menyelimuti mereka.

"Hei," suara Haruko memecah keheningan, "lihat gadis hijau itu." Ucapnya.

Pandangan tim itu segera teralihkan ke arah seorang gadis hijau dan timnya yang menjadi tim pertama maju.

"Aku merasakan kekuatan yang hebat dari senjatanya." Ujar Sazha.

"Anaak Zahard. Jika informasi yang aku cari benar, dia adalah anak dari salah satu Putri Zahard yang memegang Green April. Karena ibunya seorang putri zahard, dia bisa mengendalikan Green April dengan cukup mudah. Tapi kebanyakan orang hanya mengetahuinya sebagai salah satu Putri zahard. Bukan anak dari Putri Zahard." Jelas Anju.

Sazha dan Haruko mengangguk paham,
"Dia bukan penghalang misi kita, kan?" Tanya Haruko.

Anju menggeleng,
"Seharusnya, bukan. Anaak nanti akan menjadi salah satu anggota dari kelompok reguler kelas E paling terkenal di menara. Aku tak harus memberi tahu kelompok apa itu kan?" Ucapnya.

Sazha menggeleng. Dia sudah cukup paham. Kelompok reguler kelas E yang paling terkenal di menara. Sudah pasti mereka adalah orang orang yang ada di hadapan Sazha sekarang.

"Hm, apa kita juga akan masuk ke tim itu?" Tanya Haruko.

Anju mengangguk pelan,
"Seharusnya anggota tim itu hanya berisi Khun dan rekan rekannya yang lolos dari lantai ini. Tapi karena ada kita, aku yakin dewa kecil itu sudah mengubah beberapa hal." Jelasnya.

Saat Haruko dan Anju sibuk membicarakan begitu banyak informasi, Sazha sibuk melihat gaya bertarung Anaak. Orang itu hebat. Sazha tak boleh meremehkannya. Meski hanya sedikit, Anaak tetap memiliki darah Zahard.

Ruang tunggu tim Sazha hanya berisi dengan orang orang yang tidak peduli dengan Crown Game ini. Berbanding terbalik dengan ruang tunggu tim di seberang mereka.

###

"Dia orang yang hebat." Bam berseru kagum saat melihat Anaak yang berhasil menjatuhkan banyak orang dengan senjatanya.

Rak sibuk menguyah chocobar, sedangkan Khun tersenyum kecil saat melihat Bam yang menatap Anaak penuh kekaguman.

"Senjata yang dipegang kadal hijau itu adalah Green April. Salah satu senjata 13 bulan milik Zahard. Dia bisa menggunakan senjata itu, artinya dia memiliki darah Zahard." Jelas Khun. Tampak keraguan di wajahnya saat ingin mengatakan kalau kadal itu adalah salah satu Putri Zahard. Entah kenapa, Khun merasa kalau itu bukan fakta yang benar.

"Hei, kura kura. Kapan kita akan keluar dan bertarung?" Tanya Rak.

Khun menggeleng pelan,
"Belum waktunya."

MISSIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang