Chapter 9

18 18 2
                                    

Sebelumnya

Detik itu juga, seperti menyadari sesuatu Oland bangkit berdiri sambil memukul meja pelan.

"EH! Si Ardan kok gak kena omel tuh kepsek sih? Kan dia juga ngikut party semalem?"

Mampus gue, batin Ardan.

💫💫💫

Ardan menggaruk lehernya yang tak gatal. "Itu, sebenernya ...,"

"Sebenernya apaan??" tanya Acel dan Choky bersamaan.

"Ciee barengan!" ledek Gita.

Acel dan Choky saling menatap satu sama lain.

"Jangan-jangan kalian jo–" ucap Deho gantung.

Acel dan Choky menatap Deho horor.

"Ya kali gue jodoh sama ni dugong satu! Gue normal tau!!" elak Choky tidak terima.

Acel melototkan matanya ke arah Choky. "Heh! Elu yang dugong!! Gue juga normal tau!"

"Elu dugong!" balas Choky.

"Elu!"

"El–"

Oland berdecak kesal. "Bacot! Udah ah, Ardan lanjutin! Sebenernya apaan?!"

"Itu sebenernya, tadi tuh gue ...."

Flashback On

"Sus tolong! Temen saya pingsan," seru Ardan tergopoh-gopoh menidurkan Kirana di tempat tidur UKS.

"Dek Ardan, kenapa ini?" tanya Suster Abby segera mengecek detak Kirana menggunakan stetoskopnya.

"Jadi gini sus .... Dia terlambat dateng ke sekolah, akhirnya dihukum buat hormat ke bendera. Terus tau-tau dia pingsan," jelas Ardan setelah duduk kelelahan di sebelah Kirana.

"Kok ... dia bau alkohol ya? Kayaknya baru semalam dia minum," ucap Suster Abby menghirup bau muka Kirana.

Ardan mematung lalu dengan grogi mengusap peluhnya. Suster Abby yang melihatnya merasa curiga.

"Kamu tahu sesuatu ya?" tuduh Suster Abby.

"Ah ... engga kok sus," kilah Ardan yang matanya melirik ke sana-sini.

"Kalau begitu kenapa kamu grogi seperti itu?" cecarnya.

Sial! batin Ardan.

"Saya juga mencium bau alkohol dari badan kamu. Kalian habis dari club kan? Jujur!" geram Suster Abby.

"I-iya sus, dia habis minum bareng saya dan teman-teman. Tapi bukan di club, di rumah Oland sama Deho, sus," aku Ardan yang tak kuat diintimidasi oleh mata Suster Abby.

"Baik, siap-siap saya laporkan pada kepala sekolah." Suster Abby langsung berjalan meraih  handphone-nya untuk menghubungi kepala sekolah mereka.

Ardan yang melihat hanya dapat menggaruk kepala frustasi karna pasti teman-temannya akan menuduh bahwa dialah yang telah mengadukannya pada kepala sekolah.

Flashback Off

"Ouh gitu ...," Oland dan kawan-kawan mengangguk paham.

"Maap ya? Gara-gara gue kalian jadi kena ...," ucap Ardan yang tak enak.

"Ya elah santai aja kali, bukan salah lu kok!" saut Deho.

"Nah iya tuh! Bukan salah lu, tapi salah si Susternya, ngapa punya idung yang tajem gitu!" balas Oland santai.

Fructus FamiliaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang