"Mak, DehOland pulang!" seru Deho membanting pintu. Akibat ulahnya itu, engsel pintu akhirnya copot satu.
Neja menatap Deho dengan muka horrornya, "Deho ...."
"Maaf bang, terlalu semangat hehe," ringis Deho langsung berlari memasuki kamarnya.
"Baja, keluarga kita ngapa sih? Jangan-jangan punya dendam pribadi sama pintu," tebak Oland asal.
"Iya, bener. Semua gara-gara Makei. Waktu dulu dia muda terus masih seumuran lu, dia janjian dating sama pacarnya. Saking semangat, dia nabrak pintu kamarnya. Kepalanya benjol, pintunya retak. Besoknya Makei diputusin gara-gara palanya benjol," jelas Neja panjang lebar.
"Oh ... pantesan Makei dendam banget sama pintu." Sesudah mengganggukan kepalanya, Oland menyusul Deho ke kamar untuk berganti baju.
Pftt, mau aja lu dibohongin. Dasar pala onta, batin Neja menertawai.
PLETOK
Sendok mendarat indah di atas kepala Neja. Pelakunya siapa lagi kalau bukan Keia.
"GA ADA SEJARAHNYA YA EMAK KAU INI PUNYA MANTAN. PACARAN AJA BELOM PERNAH!" geram Keia terus memelototi Neja yang berada satu meter di belakangnya.
"Hehe, ampun Mak. Tapi masa sih cewe secantik Emak belom pernah pacaran. Dasar jomblo, gak laku ye? Galak sih," ledek Neja yang langsung berlari ke dapur.
"Huh, Jomblo dari mana? Aku itu single tau! Single itu pilihan, jomblo itu nasib!" kilahnya. "Lagi juga, pacaran itu cuma bullshit yang gak ada artinya, gak jelas, dan buang wak—"
"Kalau gitu, apa saya boleh membantu anda untuk menampik definisi pacaran yang membuang waktu itu?" potong seseorang yang tiba-tiba nongol di pintu rumah.
"KEPSEK PENGUNTIT!" teriak Oland dan Deho berbarengan dari tangga atas.
💫💫💫
"Sekarang, jelaskan kedatangan Bapak ke sini." Keia mengintrogasi sambil bersedekap di sofa sebrang Pak Kepsek.
"Saya akan menjelaskan. Tapi ... tolong bisa perintahkan anak-anaknya untuk berhenti menodongkan ini semua?!" pekik Pak Kepsek tertahan akibat ketakutan.
Bagaimana dia tidak takut. Sekarang dia tangannya diikat ke belakang sambil duduk di sofa. Belakangnya ada Neja yang menodongkan pisau daging ke tengkuknya, sebelahnya ada Deho yang bersiap menakol memakai pan , dan Oland berada di bawah dengan kemocengnya siap menggelitik.
Kalau ini sinetron, pasti judulnya 'Pembalasan Para Manusia Buah'. Sepertinya mereka kesal karna saudaranya dijadikan karbol, santen, jus .... Kasihan sekali, batin Keia terkekeh.
Boleh juga tuh ide Makei. Neja membatin.
Keia mengangguk mengerti dan memberi isyarat pada anak-anaknya untuk menurunkan 'senjata'. Mereka kemudian mundur berdiri di belakang Keia.
"M-maksud kedatangan saya ke sini untuk ... mengajak kamu berjalan-jalan. Tap–"
"Berani apa-apain emak gue, lu mampus di tangan kita!" potong Oland lalu mengarahkan kemoceng ke arah muka Pak Kepsek.
" Easy brotha , dengerin dia dulu," ucap Neja menenangkan.
"Ya ... kalau kalian tidak mengijinkan, tidak masalah," ucap Pak Kepsek sambil tersenyum palsu.
"YA ENGGAK LAH! Mana mungkin kita bolehin Makei jalan sama penguntit macam Bapak!" sarkas Deho.
"Boleh." Perkataan Keia membuat semua yang berada di ruangan terkejut tak terima. Beda halnya dengan Pak Kepsek yang merasa bahagia.

KAMU SEDANG MEMBACA
Fructus Familia
RandomAlkisah tentang seorang gadis, yang bertemu dengan seorang kakek aneh yang menitipkan tiga buah belanjaannya pada dia. Setelah kakek tersebut tiada, akhirnya Kei memilih untuk membawa pulang buah-buahan tersebut. Kei menyimpan mereka tanpa ada rasa...