Chapter 6

28 19 5
                                    


Flashback On

"Token listrik abis! Lupa Emak beli ...."

Ceklek

"Siapa tuh?" bisik Deho kebingungan.

"Gak tau, coba cek!" suruh Keia.

Deho mentaap Keia horor. "Abang aja ah, takut."

"Lebay lu, Dek!" ejek Oland.

Keia mendengus sebal. "Udah cepet sana, cek!"

"Iya, Mak. Iyaaa!" dengus Oland.

Oland berjalan dengan hati-hati menuju ruang tamu.

Kreek

Oland menginjak botol kosong dengan tidak sengaja.

"Siapa di sana?"

Suara Baja? batin Oland terkejut.

Oland bersembunyi di belakang kursi sofa lalu berseru, "kucing!"

Neja menganggukkan kepalanya, "oh kucing ..."

Untung Baja tuh bego jadi percaya ... batin Oland lega.

"Hah? Mana ada kucing bisa ngomong!" seru Neja kebingungan.

Mampus! umpat Oland dalam hati.

"Meong ...." ujar Oland sambil menirukan suara kucing.

Neja menganggukkan kepalanya lalu dengan cepat ngacir masuk ke dalam kamarnya.

Yes! batin Oland kegirangan.

"Eh? Alamak! Lupa!!" pekik Oland pelan.

Oland berlari menuju dapur untuk menghampiri Keia dan Deho.

"Gimana? Ada siapa?" serbu Deho.

Oland menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "itu ...."

"Kenapa??" ucap Keia kebingungan dengan tingkah anaknya.

"Anu–"

"Gak usah bikin ambigu dah!" geram Deho kesal.

"Itu ada Baja tadi, dia langsung naik ke atas!" jelas Oland dengan cepat.

"Eh si abang dah masuk duluan dong!" seru Deho.

"Lah iya, gimana suprise-in nya??" tanya Oland bingung.

Keia menepuk jidatnya kesal. Ya ... itu salah mereka sih, mereka lupa untuk bersiap dan berakhir menjadi seperti ini.

Flashback Off

💫💫💫

_Keesokan harinya, Neja bangun dari tidurnya dan turun menuju dapur rumahnya._

"Pagi dek ... lah? Tuh muka napa kecut gitu?" tanya Neja kebingungan.

Tiada jawaban yang muncul dari Oland.
Neja pun mengangkat sebelah alisnya dan menggambil roti yang ada di depannya.

"Heuhhh." dengus Deho keras.

Neja pun menoleh ke arahnya.

"EH ASTAGA! WOE MUKALU NAPA KEK MAYAT IDUP!?" Neja terbelalak melihat muka adiknya.

"Sumpah lu pada napa dah?" lanjut Neja menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Gini bang, jadi kemaren malem tuh kita mau ngerayain _graduation_ -nya abang, eh gatot." dengus Deho lagi.

Fructus FamiliaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang