47. Titik Terang

5.3K 126 7
                                        

Halo gaiss, selamat siang. Gimana hari Seninnya? Semoga bahagia yaa.

Kalian pasti senang banget baca chapter ini. Jangan lupa vote dan komen yaww.

Happy Reading

**

Pagi ini Alena sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Hari ini ia harus menjelaskan semuanya kepada Azura dan ia juga harus mendapatkan maaf dari Azura. Ia tak mau persahabatan yang mereka bangun dari lama hancur karena masalah kemarin.

Ketika Alena keluar dari kamarnya, ia berpapasan dengan Arka yang baru saja keluar dari kamarnya dan ingin berangkat ke kantor. Saat Alena ingin menuju pintu, tiba-tiba Arka ingin menuju dapur. Mereka pun bertabrakan dan ketika mereka bergeser, posisi mereka kembali sama.

Mereka saling pandang. Arka pun memutuskan tatapannya lebih dulu, lalu segera menuju dapur, sementara Alena masih melongo di tempat.

"Ah, iya. Gue kan mau ke kampus," gumam Alena baru sadar.

Ia pun bergegas keluar dari apartemen menuju mobilnya. Ketika berada di dalam mobil, kejadian tadi terbayang lagi di kepalanya, saat ia ke kanan, Arka juga ke kanan, ketika ia ke kiri, Arka juga ke kiri.

"Ih, apaan sih," desisnya.

"Sekarang pikirin dulu gimana caranya biar Azura maafin gue," katanya lagi.

"Iya, gue harus bisa minta maaf pada Azura," tekadnya.

Perempuan itu pun menghidupkan mesin mobilnya dan melaju menuju kampus. Setibanya di sana, Alena langsung menuju ke gedung Fakultas IT.

Ia menunggu di parkiran, berniat kalau Azura datang ia langsung mengajak ngobrol dan minta maaf.

"Gue nunggu aja di sini," ujarnya.

"Nanti kalau Zura datang, gue langsung samperin dia," lanjutnya.

Beberapa menit menunggu, Azura belum terlihat. Menurut informasi dari Resti, Azura belum berangkat dan hari ini berangkat sendiri.

"Kok belum berangkat juga dia," keluh Alena.

"Lama banget sih."

"Tapi gue harus sabar nunggu Azura. Gue harus dapat maaf dari dia," ucapnya menyakinkan diri.

Alena menunggu lagi beberapa menit. Namun tiba-tiba ponselnya berdering, tanda ada notifikasi masuk. Di layar ponselnya, terlihat ada pesan dari grub mata kuliah, sepuluh menit lagi kelas pagi ini akan segera dimulai.

"Ih!" desisnya kesal.

"Padahal gue belum ketemu sama Azura," gumam Alena.

"Apa nanti aja ya?" lanjutnya ragu. "Ini gue kuliah dulu kali ya?"

"Iya deh," putusnya akhirnya.

Ia pun pergi dari gedung Fakultas IT dan menuju gedung Fakultasnya yang lumayan tak terlalu jauh dari sana. Baru melangkah beberapa langkah, ia menoleh ke belakang, siapa tahu Azura sudah datang. Namun diantara mahasiswa yang berlalu lalang, tidak ada sosok Azura.

 Alena & Arka [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang