MINA : MY MEMORY OF YOU.

156 24 1
                                        

Judul lagu mulmed :
Jin BTS : Epiphany.

*******************************

"Dia adalah sejarah terindah dalam hidupku"
~Kamina~
💜

   Mungkin garis nasib sedang ingin bermain-main denganku.

    Itulah pikiranku saat ini.

    Dari sekian banyak kejadian, kenapa harus ini yang terjadi.

    Sekarang.

    Han Daniel muncul lagi dihadapanku setelah bertahun-tahun lamanya. Dan seakan itu semua belum cukup, dia dan Manajernya harus satu meja denganku.

    Oh, tentu saja, tak selesai sampai disitu. Sebab kami juga harus satu meja dengan Kak Dipta, Pak Burhan selaku Direktur Penyelia, dan....

    Degha Afanjaya.....

    Aku tidak tahu kalau dia juga mendapatkan undangan malam ini.

    Dan lebih tidak tahu lagi kalau dirinya bakal datang bersama Pak Burhan. Dipilih langsung oleh beliau.

    Meski kondisi ramai, namun suasana di meja kami cukup mencekam.

    Kak Dipta meski memasang wajah datar, sorot netranya tajam. Pandangan jengkelnya jelas-jelas ditujukan pada Daniel yang duduk di sisi kananku. Sedangkan Degha, yah, dia memang sudah bersikap 'aneh' selama beberapa hari terakhir jadi aku tidak terlalu ambil pusing.

   Rasanya aku tegang sekali. Beruntung Diksya tidak menyadarinya. Namun aku tahu, melalui sudut netraku, Kak Kinan terus menerus melirikku dan Daniel bergantian sejak tadi.

   Sifat ramah serta akrab Daniel padaku pastilah memancing rasa ingin tahunya. Beliau tahu kalau aku bukan tipe orang yang suka bergaul, jadi ketika seorang Aktor ternama seperti Daniel menjadi dekat padaku di 'pertemuan' pertama kami, aku yakin dia pasti penasaran.

    Terlebih, Daniel belum pernah terlibat proyek bersamaku.

     Acara sudah dimulai sejak 20 menit lalu, aku melirik jam pada ponsel, sialnya masih harus melewatkan 1 jam 40 menit disini.

    Berikutnya adalah penampilan bintang tamu, seorang penyanyi papan atas, Saisa. Tepat saat itulah aku merasakan gerakan dari sisi kiriku.

    "Ngomong-ngomong, selamat atas masuknya programmu ke dalam daftar nominasi. Aku baru tahu beberapa saat lalu"

    Dia begitu dekat. Nafasnya menyentuh daun telingaku dan seketika semua bulu halusku berdiri.

    Aku berdeham. Menoleh dan mencoba bereaksi sekenanya. "Terima kasih, Pak Daniel"

    "Serius, kamu harus bersikap begitu formal padaku" entah kenapa aku bisa menangkap nada kecewa dalam suaranya.

    "Tentu saja. Tidak sopan kalau langsung memanggil 'Oppa' di pertemuan pertama kita bukan? Selain itu saya bukan penggemar anda" aku berusaha menjaga suaraku agar tetap stabil. Lalu mengalihkan tatapan. Memandang lurus ke depan.

    Kesalahan. Kak Dipta tengah memandang kami dengan api berkobar pada kedua pupilnya. Andai matanya bisa membakar, maka dia pasti sudah melakukannya sekarang.

(COMPLETED!) FIXING ME.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang