Pukul 5 sore kami sampai di apartemen, Jaehyun langsung membawa Mark yang tertidur ke dalam kamar membaringkannya dikasur dan ikut berbaring disamping Mark
"Mandi sana" ucapku pada Jaehyun
"Nantilah kan Rose juga belum dateng" ucapnya enteng
"HEH!" Bentakku, Jaehyun langsung mengisyaratkanku untuk diam karna Mark yang tidurnya terusik
Aku langsung masuk kedalam kamar mandi dan tak lama suara ketukan pintu kamar mandi kudengar
"Yang..bukain dong, kamu ngapain didalem?" Tanya Jaehyun
"Mandilah" jawabku
"Bukain dong"
"Gak! Aku mau mandi" tolakku
"Iya tau, aku juga mau mandi,barenglah"
"Gamau ah, ada si mas lho Jae jangan macem-macem" ucapku lagi
"Janji deh, cuma mandi bener"
Setelah menimang-nimang akhirnya aku mempersilahkan Jaehyun masuk
Setelah mandi bersama yang berduarsi hampir dua jam, jika saja Mark tidak mengetuk pintu kamar mandi, maka akan bisa lebih lama lagi
Aku membantu Mark yang baru selesai mandi memakaikan piyama tidurnya. Sekarang pukul 7 malam lewat beberapa menit, memang ini sudah terlalu larut untuk anakku itu mandi, tapi rasanya tidak tega membangunkannya tadi.
Aku melirik Jaehyun yang sedang memasangkan jam tangannya, sehabis mandi tadi dia menggunakan pakain kasual yang rapi seperti akan pergi, jika benar dia memenuhi ajakan Rose maka sudah kelewatan, jika saja kami menikah maka akan kugugat Jaehyun sialan ini, tapi disebut apa hubungan kami ini pun aku tidak tau, berpacaran? tidak cocok dengan apa yang sudah kamu perbuat.
Tak berselang lama Jaehyun keluar kamar sambil menggenggam ponselnya tak lupa dompet dan kunci mobil tanpa mengucapkan sepatah dua kata
Wahh kalo beneran pergi, kupatahkan leher si Djung kurang ajar ini
"Papah mau kemana mah?" Tanya Mark
"Mau mati kali" ucapku asal, membuat Mark memekik kaget
"Mah?!"
"Eh apa? e-enggak, maksud mamah, gatau deh papahmu mau kemana, terserah papah lah mau kemana biarin aj- " ucapanku terpotong, Mark langsung menutup mulutku dengan kedua tangan kecilnya, matanya berair dan siap menangis, sial aku tidak sadar apa yang kuucapkan.
"Huahhh..mamah ndak boleh ngomong gitu, nanti Tuhan marah, hiks kalo papah mati beneran nanti mas gapunya papah huahhh" aku memandang Mark tidak percaya, masih dengan mukut yang ditutup oleh kedua tangannya bagaimana bisa dia menangis dengan ucapan seperti itu, apa aku kelewatan?
"Mas- " ucapku kesulitan
"Mamah shut up!!"
Baiklah, jika Mark sudah menggunakan aksen khas keluarga papahnya, itu artinya dia marah.
Masih menangis, Mark mentapku masih dengan uraian air mata
Aku berusaha merengkuh tubuhnya, tapi tangisnya malah makin kecang
"Mas kok nangis?!" Tiba-tiba Jaehyun masuk ke dalam kamar dengan wajah paniknya memandangku dan Mark bergantian, dia juga sedikit bingung melihat Mark yang menutup mulutku
"Mas kenapa?" Tanyanya mendekat, dan langsung saja mendapat pelukan tiba-tiba dari Mark
"Papah mau kemana? hiks.." tanya Mark sesenggukan
"Papah gak kemana-mana, mas kenapa nangis?" Tanya Jaehyun lagi
Mark menatapku dengan pandangan sengitnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Hey EX! 1.0 [END]
FanfictionSepenggal kisah dari pasangan ruwet Jaehyun x Taeyong 🚩 12 Oktober, 2020 - 24 Mei, 2022 #1 Jaeyong 21, Sep 2022 #1 GS 21, Sep 2022 #1 Genderswitch 21, Sep 2022
![Hey EX! 1.0 [END]](https://img.wattpad.com/cover/242380938-64-k705322.jpg)