Hanya kisah Adel yang selalu sabar menghadapi pacarnya yang cuek, yaitu Lee Haechan.
"Haechan, kamu mau es krim gak?" tanya Adel
"Gak" jawab Haechan
***
Cover by iu_graphic
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading gais...
***
“Nempel teross!!!!” sentak Mark
“Kemarin aja kek singa gak dikasih makan!” tambah Jaemin
Haechan terpaksa memberhentikan pergerakan tangannya yang hendak menyuapkan bakso kedalam mulutnya, ia menatap Mark dan juga Jaemin dengan tajam yang duduk dihadapannya tanpa ada dosa sedikitpun.
“Tuh mata biasa aja, gue tusuk juga entar pake garpu!” sahut Jaemin
Saat namanya disebut, Adelia mendongakkan kepalanya dan menatap kedua pria tampan dihadapannya ini yang sedang menunggu jawabannya.
“Seperti yang lo liat” balas Adel singkat
“Baguslah, gue muak liat Haechan kek singa gak dapat betina”
“Maksud lo apa ngomong gitu?” sahut Haechan
“Lo emosian mulu anjim, bisa gak lo kalem kek Jeno? Buset dah, lo kok tahan sih sama dia Del?” gerutu Jaemin
“Yah gue juga mana tau kenapa bisa tahan sama dia” ucap Adel
Haechan tersenyum penuh kemenangan dan melempari kedua temannya itu menggunakan tissue bekas lap meja.
“Boleh gabung gak?” Tawa mereka berempat langsung musnah begitu saja saat mendengar suara perempuan tiba-tiba muncul digendang telinga mereka masing-masing, bahkan ekspresi wajah Haechan pun terlihat menakutkan.
“Ada banyak meja kosong Yer, lo jangan disini, udah pas 4” ucap Mark
“Tapi, gue gak mau sendirian”
“Ajak siapa kek, susah banget lo”
“Yah makanya gue gabung sama lo disini”
“Tapi disini gak butuh orang lagi, gimana sih lo?”
Haechan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menyimpan sendok serta garpunya diatas mangkuk, padahal baksonya belum habis tapi moodnya sudah rusak akibat kerusuhan Yerim.
“Mau kemana?” tanya Adel saat melihat Haechan berdiri dari duduknya
“Mau pindah”
“Pindah kemana lo?” tanya Jaemin
“Ke planet pluto! Biar gue tenang, gak liat muka dia lagi!” telak Haechan dan berlalu meninggalkan kantin, yang tentunya juga meninggalkan Adel.