Hanya kisah Adel yang selalu sabar menghadapi pacarnya yang cuek, yaitu Lee Haechan.
"Haechan, kamu mau es krim gak?" tanya Adel
"Gak" jawab Haechan
***
Cover by iu_graphic
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading gais...
***
SATU MINGGU KEMUDIAN
Adel dan Haechan keluar dari ruangannya masing-masing setelah ujian terakhir selesai, hari ini masa ujian selesai dan saatnya mereka menikmati waktu bebas. Semalam Adel sudah berencana untuk sekedar nongkrong di café bersama Haechan, berhubung ia sudah mereservasi mau tidak mau Haechan pun pasrah mengikutinya.
Jika dibilang tidak enak maka jawabannya adalah iya, selama Haechan pacaran dengan Adel, gadis itulah yang paling banyak mengeluarkan uang untuknya. Padahal seharusnya pria-lah yang mengeluarkan dompet untuk sang pacar, tapi disini beda, justru Haechan yang sering diberikan hadiah.
Ingin membelikan Adel hadiah tapi uangnya masih pas-pasan, kebutuhan rumah dan bayar kontrakan saja masih kurang apalagi memberikan sang pacar kado. Maka dari itu Haechan hanya bisa pasrah ketika Adel ingin mengakhiri hubungan ini, Haechan tau mana ada cewek yang mau di posisi Adel seperti sekarang.
“Kenapa sih pake reservasi segala?” gerutu Haechan sembari memakai helm di kepalanya
“Emang kenapa? Kamu gak mau?” tanya Adel
“Bukan gak mau, itu duit makan di café bisa buat makan di pinggir jalan tau gak” ucap Haechan
“Sekali-kali gpp” balas Adel
Haechan mengedikkan bahunya lalu naik keatas motor, tak lama Adel pun menyusul naik ke jok belakang dan bersiap-siap menuju café tujuan yang sempat menjadi perdebatan diantara Haechan dan Adel.
Selama diperjalanan, keduanya hanya bisa diam. Haechan yang sibuk membawa motor sedangkan Adel yang sibuk menganga memandangi gedung-gedung tinggi, padahal hampir setiap hari ia melewati jalanan ini tapi entah kenapa ia masih kagum dengan tingkatan gedung kantoran yang ada di Jakarta.
Jika sudah seperti ini, biasanya Adel suka memikirkan bagaimana rencana selanjutnya setelah ia lulus nanti. Padahal kakak-nya sudah merencanakan agar Adel kuliah di tempat dimana Jaehyun kuliah juga, tapi entah kenapa rasanya Adel ingin satu kampus dengan Haechan yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya.
Dan tentu saja mendapat larangan dari Jaehyun, karena menurut Jaehyun kemahalan ongkos. Jika Adel dan Jaehyun satu kampus, ongkos berkurang karena mereka bisa berangkat bersama. Kakak yang perhitungan.
Tak butuh waktu yang lama, akhirnya mereka tiba ditujuannya. Setelah Haechan memarkirkan motornya dengan rapih, mereka berjalan beriringan dengan jari yang bertautan layaknya orang pacaran pada umumnya.