Hanya kisah Adel yang selalu sabar menghadapi pacarnya yang cuek, yaitu Lee Haechan.
"Haechan, kamu mau es krim gak?" tanya Adel
"Gak" jawab Haechan
***
Cover by iu_graphic
Gak kerasa banget yah udah berakhir aja, terima kasih banyak karena udah setia baca cerita ini, support dan ngasih saran.
Cerita ini masih jauh dari kata Sempurna, tapi karena semangat dari kalian, aku bisa nyelesaiin ini semua meskipun agak kurang bagus 🙃
Dan seperti biasa aku bakal ngasih bonus chapter kok
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading gais...
***
Hari upacara kelulusan akhirnya tiba, suasana sekolah jauh lebih ramai dibanding biasanya yang hanya diisi siswa dan siswi. Tapi sekarang berbeda, dikarenakan sedang ada acara khusus, mau tidak mau orangtua para murid harus hadir untuk memeriahkan kelulusan anak mereka masing-masing. Senyum dan tawa tak pernah luput menghiasi wajah mereka, begitupun juga dengan Jaehyun yang sedaritadi memamerkan dimplenya sembari memotret kecantikan sang Adik yang tengah berbincang dengan Haechan.
Upacara baru saja selesai dilaksanakan, saatnya adalah menikmati makan siang sembari bercengkrama. Berhubung Adel tidak ingin melewati kesempatan sekali seumur hidup ini, ia lebih memilih untuk bergibah dengan gengnya daripada harus makan yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.
Bahkan sedaritadi Adel sudah mendapat teriakan dari Mamah-nya, tapi tak ia gubris sama sekali. Meskipun Haechan turun tangan, pasti tidak akan mempan karena Haechan tau jika pacarnya ini akan menikmati masa SMA bersama Somi dan yang lain untuk terakhir kalinya.
“Woy! Gibah mulu lo semua, makan kuy” ajak Felix
Tangan kanan Mark otomatis terangkat lalu menjitak kening Felix dengan lumayan keras, terbukti dari suara yang dihasilkan begitu terdengar jelas ditelinga Adel.
“Lo makan mulu diurusin, datang telat juga!” gerutu Mark
“Yah emang kenapa? Gue disini sebagai tamu, wajar dong kalo gue makan” balas Felix
“Baku hantam dah, kalo bisa sampe berdarah gih untuk terakhir kalinya” sahut Hyunjin
Mark dan Felix langsung mendengus kesal lalu menarik rambut Hyunjin dengan keras, berbeda dengan Haechan, Jeno dan Jaemin yang hanya sibuk mendengar Adel dan Somi saling bertukar cerita atau lebih tepatnya menimbrung jika hanya diperlukan.
“Lo nanti bakal sekampus sama bang Jaehyun yah?” tanya Jaemin ke Adel
“Iya, katanya biar hemat ongkos” jawab Adel
“Mantaplah, gue harap lo sama Haechan langgeng, gue tunggu undangan kalian berdua” ucap Jaemin
Haechan yang mendengar ucapan Jaemin hanya bisa tersenyum simpul lalu menganggukkan kepalanya sekali, meskipun kata pernikahan masih jauh dari jangkauan Haechan dan Adel tapi apa salahnya mengaminkan ucapan baik dari seseorang?