Hanya kisah Adel yang selalu sabar menghadapi pacarnya yang cuek, yaitu Lee Haechan.
"Haechan, kamu mau es krim gak?" tanya Adel
"Gak" jawab Haechan
***
Cover by iu_graphic
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading gais...
***
Adelia membuka kedua matanya dan merasakan pusing yang luar biasa, seakan-akan ada yang menghantam kepalanya dengan sebuah palu besar. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali dan berusaha fokus pada 2 orang yang ada diruangan ini, yaitu mamah dan juga kakaknya, Jaehyun.
“Loh, Adel sadar mah” ujar Jaehyun
Mamah Adelia berdiri dari duduknya dan menghampiri sang anak gadis yang diam diatas kasur memandanginya dengan bingung, ia kemudian menggenggam jemari Adel yang terasa lumayan dingin.
Adelia hanya pasrah begitu mamahnya memanggil dokter, tak lama kemudian dokter dan 2 orang suster muncul untuk memeriksa keadaan Adel. Sedangkan Mamah dan Jaehyun hanya diam memandangi kegiatan dokter, yang sibuk memeriksa denyut nadi Adel.
“Pasien sekarang baik-baik saja, mungkin efek dari kecelakaan masih terasa. Tapi semuanya baik-baik saja, dan lagi tak ada luka serius pada pasien” jelas dokter, seketika mamah dan Jaehyun bernafas lega mendengarnya.
“Apa yang harus saya perhatikan dok supaya Adel kembali seperti dulu?” tanya mamah
“Rajin minum obat yang saya kasih saja, mungkin 4 hari kemudian pasien sudah bisa kembali kerumah”
“Ah begitu, baik dok”
“Jika tidak ada yang diperlukan lagi, saya permisi”
“Iya dok, terima kasih”
Setelah kepergian dokter, mamah dan Jaehyun mendekat ke ranjang Adel lalu memandanginya penuh khawatir. Adel jadi tidak enak sendiri ketika melihat kedua orang yang begitu berharga baginya khawatir terhadapnya, untung saja tak ada luka serius yang terjadi padanya.
“Ada yang kerasa sakit gak?” tanya Jaehyun
“Gak ada kok kak, cuma agak pusing aja”
“Yaudah kamu istirahat gih, entar malam mamah bangunin buat makan malam yah?” pinta mamah
“Iya mah”
Baru saja Adel ingin memejamkan kedua matanya, tapi ia langsung merasakan ada sesuatu yang kurang, namun ia tak tau hal apa yang menjadi kekurangan tersebut.
“Kamu cari siapa?” tanya mamah
“Kok aku ngerasa ada yang kurang yah mah?” sahut Adel