Hanya kisah Adel yang selalu sabar menghadapi pacarnya yang cuek, yaitu Lee Haechan.
"Haechan, kamu mau es krim gak?" tanya Adel
"Gak" jawab Haechan
***
Cover by iu_graphic
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading gais...
***
“ADEL, INI ADA HAECHAN DATANG!”
“ADEL, BANGUN WEH!”
CEKLEK
“Kenapa kak Jae?”
Jaehyun terkejut bukan main saat pintu kamar sang adik terbuka begitu saja tanpa adanya aba-aba terlebih dahulu, lalu matanya kemudian menscan keadaan Adel yang sepertinya sudah selesai dengan kegiatan mandinya.
“Kamu udah mandi?” tanya Jaehyun
“Iya kak, emang kenapa?” balas Adel
“Tumbenan mandi cepat pas libur” ejek Jaehyun
Adel memutar malas kedua bola matanya dan mendahului tubuh sang kakak untuk turun ke lantai bawah, berhubung hari ini ia ada janji dengan Haechan untuk jogging bersama, mau tidak mau Adel bangun lebih cepat untuk bersiap-siap. Kapan lagi jogging bareng pacar sendiri, ini kejadian langka karena Haechan ingin olahraga.
“Udah daritadi Chan?” tanya Adel yang membuat Haechan otomatis berbalik menatapnya.
Satu kata yang terlintas dibenak Adel saat melihat penampilan Haechan hari ini adalah tampan, padahal Haechan hanya memakai kaos putih polos serta celana training selutut tapi entah kenapa ketampanannya melebihi kapasitas seperti biasa.
“Lumayan, sejam nih” balas Haechan, dan Adel buyar dari lamunannya disertai cengengesannya.
“Maaf, aku telat bangun” ucap Adel
“Udah gpp, pamit gih sama Mamah” suruh Haechan
“Siap!”
Sembari menunggu Adel untuk berpamitan kepada Mamah-nya sendiri, Haechan memutuskan untuk keluar dan menghirup udara segar di pagi hari. Waktu untuk berduaan dengan Adel tersisa sedikit dan kemudian mereka harus fokus untuk belajar, jadi Haechan menggunakannya dengan baik sampai masa ujian selesai barulah ia bisa menempel dan mengajak Adel kemanapun seperti biasanya.
“Chan”
Spontan Haechan berbalik dan menatap Adel yang sudah tersenyum lebar kepadanya, “Udah?” tanya Haechan
“Iya udah” jawab Adel
“Okay, kita jalan aja yah? Kan di taman depan doang, aku gak mau kalo harus bawa motor segala” ucap Haechan
“Iya gpp”
Dan Haechan langsung berjalan begitu saja meninggalkan Adel seorang diri yang masih sibuk memikirkan sesuatu, ketika ia sadar, ia mulai mengejar Haechan lalu menampar pundak sang pacar dengan keras.