Lesty merasakan sakit pada bagian perutnya, kepalanya pun terasa pusing.
Ia menyangkal ini adalah efek dari main hujan tadi.
"perut dede sakit banget, kepala juga pusing, ini pasti efek dari main hujan sama kaka tadi" ucap lesty memegangi perut dan kepala nya.
Selepas mandi, Lesty tak turun kebawah lagi. Ia tak kuat jika harus menuruni tangga yang sangat lumayan banyak.
Dan lebih memilih merebahkan tubuhnya. Lalu menyuruh teh yuli untuk mengantarkan obat ke kamar nya.
"teh yuli dede minta tolong ambilin obat dibawah ya" teriak lesty dari dalam kamar.
Teh yuli yang mendengar teriakan dede, langsung mengambil obat lalu mengantarkan nya ke kamar dede.
Toktoktok...!!!
"iya masuk aja teh yuli"
"Assalamu'alaikum,nih de obatnya" ucap teh yuli memberikan obat nya pada lesty.
"Wa'alaikummusalam, makasih teh" ucap dede menahan rasa sakit nya.
"sama sama, buat syapa obatnya de..??"
"enggak buat syapa syapa kok teh, dede cuma jaga jaga aja takutnya nanti sakit, soalnya kan dede habis main hujan sama kaka"
"owh yaudah, kalo gitu teteh kebawah lagi ya, masih ada bii gak enak"
"iya, teh"
Setelah teh yuli pamit kebawah, lesty meraih obat dan air tersebut diatas nakas, dan segera meminum nya.
"mudah mudahan aja habis minum obat ini jadi sembuh"
Lesty memutuskan untuk tidur agar rasa pusing nya bisa hilang.
"tidur dulu aja deh, maghrib nya juga masih lama, dua jaman lagi"
Lesty mencoba untuk memejamkan matanya, berulang kali ia meringis karna merasakan sakit yang sangat dahsyat diperutnya.
"YaAllah, perut dede kok makin sakit ya, biasanya juga habis minum obat sembuh" keluh lesty menahan rasa sakit yang semakin dahsyat di perut nya.
"dede harus kuat, biar semuanya gak khawatir, ntar dede diledekin kaka lagi gara gara habis main hujan sebentar langsung sakit"
Langit mulai gelap, adzan maghrib pun terdengar.
Lesty bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan sholat berjama'ah dibawah.
Saat dikamar mandi, kepala lesty semakin pusing, rasa sakit diperutnya pun tak dapat ditahan lagi.
Lesty mwncoba kuat, ia berpegangan pada dinding tembok.
Namun pada saat ingin menyalakan kran lesty justru terpleset. Kepalanya terbentur dinding kaca.
Samar samar lesty masih bisa melihat cahaya, tetapi kemudian lesty kehilangan kesadaran dan tergeletak dikamar mandi.
Sementara kondisi dibawah, semuanya sudah siap untuk melaksanakan sholat maghrib berjama'ah bersama billar dan juga eno, hanya lesty saja yang belum terlihat.
Bii yang tak melihat keberadaan lesty pun menanyakannya pada teh yuli.
"teh, dede belum turun kebawah ya" tanya bii dengan sedikit cemas.
"eh iya ya, apa dia ketiduran karna habis minum obat tadi"
"lho lesty emangnya sakit...???" tanya eno tak percaya.
"gak tau sih, tadi dia minta obat buat jaga jaga karna habis main hujan sama bii" jawab teh yuli kembali.
"coba boss lu liat keatas" usul eno pada bii boss nya itu.