Oho lama tak jumpa, seperti Yoongi dan sahabatnya Baekhyun. Sudah terbilang hampir 5 tahun mereka tak jumpa dan kini Baekhyun akan berkunjung ke korea.
Jimin menghela nafas, dia sebagai yang paling sering ternistakan disini merasa aneh karena hyungnya ini sibuk sekali dengan kedatangan Baekhyun.
Jimin terus saja bermain dengan robot robotannya, menatap Yoongi yang saat itu berusia 17 tahun dan dirinya yang berusia 12. Yoongi hyung terus saja tersenyum senyum menatap layar ponselnya, membuat si kecil diujung sana merasa diabaikan.
Yoongi memang cuek, tapi Jimin yakin Yoongi menyayanginya sedari kecil. Buktinya, siapa yang akan membersihkan pantatnya saat buang air besar kalau bukan Yoongi hyung? Siapa juga yang membersihkan muntahannya saat kecil kalau bukan Yoongi hyung?
Dan Jimin tau, Yoongi memang orang yang paling khawatir jika Jimin sakit. Tapi Yoongi juga tak perna terlihat seantusias ini dengan orang baru?
"Jimin-ah, ayo makan" Jin berujar santai sambil menuruni tangga. Jimin menggeleng.
"Chim belum lapar hyung" ujar Jimin. Jin menghela nafasnya, berpikir mungkin Jimin tidak nyaman karena saudaranya yang lain pergi bersama appa dan eomma ke pulau jeju.
Awalnya semua pergi, tapikarena Jimin yang mabuk laut akhirnya memilih tinggal bersama Jin dan Yoongi yang sedang sibuk belajar untuk ujian keulusan.
"5 menit lagi ya." Jimin mengangguk pelan. Ia menatap kepergian Seokjin lalu kembali menatap Yoongi.
"Yoon hy-"
"Jin-ah, aku harus pergi menjemput baekhyun" Jimin menatap Yoongi dengan tatapan sebal.
"Iya, hati hati" ujar Jin dari kamarnya. Jimin meletakan robot robotan ditangannya lalu beranjak naik ke kamarnya.
Yoongi bahkan tidak berbicara dengannya, yoongi tidak tersenyum seperti itu padanya.
"Choi Jimin!" Jimin menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah sang kakak.
"Jangan buat kakakmu--"
"Repot. Chim tidak akan membuat Jin hyung repot" ujarnya lalu pergi dari sana meninggalkan Yoongi.
...
Satu jam kemudian Seokjin memutuskan beranjak dari tempat tidurnya, ia merasa haus sekali karena bermain game.
Ia menuruni tangga, menoleh ke arah tv dan menemukan Jimin yang sedang memakan es krim di dalam cup besar.
"Jimin-ah, kau sudah makan?" Jimin berbalik. Ia menggeleng.
"Chim tidak lapar"
"Kau tidak lapar karna kau memakan es krim chim. Letakan itu lalu ambil piringmu" chim menggeleng.
"Yoongi hyung juga belum makan, nanti chim makan sama Yoongi hyung saja" ujar Jimin. Jin menghela nafasnya, mau tidak mau setuju dengan permintaan sang adik.
Hampir 15 menit jin menemani Jimin di sini, suara mobil terdengar di telinga keduanya. Jimin langsung bangkit dari duduknya menyambut Yoongi di pintu.
Tapi sayang disayang, Yoongi tidak memperhatikannya. Jimin berpikir, apa Jimin sekecil upil Sehingga Yoongi hyung tidak memperhatikannya?
Jimin menghela nafas melihat Yoongi yang lebih akrab dengan sahabatnya. Yoongi tak tau kalau Jimin sudah bersusah payah menahan lapar 3 hari 3 malam. Ya itu sedikit berlebihan.
Maksudku menahan lapar hampir satu setengah jam untuk menunggu kepulangan Yoongi, ujung ujungnya kakaknya malas asik sendiri dengan orang lain.
Dengan wajah lesu, Jimin berjalan kembali ke sofa. Mau tak mau menahan mati matian rasa cemburunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HYUNGNIM!
Fanfiction[Slow Update] Seokjin pernah bilang, bersyukurlah kalian jika aku adalah hyung tertua disini. Jika itu adalah Yoongi, maka kalian akan hidup seperti militer setiap harinya. Mari kita pantau, dan rasakan bagaimana kehidupan ketujuh saudara ini dengan...
