PART 42

124K 10.9K 2.3K
                                    

Lalu Atlan dan lainnya pun berjalan keluar markas untuk menemui David dkk yang sedang menunggu mereka di pekarangan markas.

"Mau apa lo kesini?" Tanya Atlan dengan wajah dinginnya. Sedangkan David dkk berusaha untuk menahan amarahnya karena perlakuan anak Axavilagos yang tidak menghargai kedatangan mereka.

"Lo nggak usah banyak bacot, gue kesini cuman mau ngomong sesuatu sama lo" ucap David

"Nggak penting banget lo semua" sentak Atlan

"Sialan lo" ucap Brandon

"Gue udah berusaha buat ngomong baik-baik sama lo, tapi lo makin ngelunjak ya" ucap David

"Ckkk..lo nggak usah banyak bacot, kalau nggak ada yang penting mendingan lo semua pergi" ucap Atlan

"Kalau bukan demi Arthur, gue nggak bakalan sudi nginjakin kaki gue di tempat lo ini" ucap Zelvin

"Ckk...lo semua ngabisin waktu berharga gue sama omong kosong lo Itu" ucap Atlan.
Lalu Atlan pun berbalik dan berjalan untuk masuk ke dalam markas kembali.

"Tunggu, Ini masalah Alana sama Arthur" ucap David. Mendengar ucapan David Atlan menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mereka

"Ngapain lo bahas adik gue sama si Arthur itu? Mereka nggak ada hubungan apa-apa lagi" ucap Atlan

"Gue mohon dengerin gue dulu" ucap David dengan suaranya yang merendah. David sudah berusaha untuk mengenyampingkan ego nya demi sahabatnya, Arthur.

Atlan yang mendengar suara David yang mulai merendah, menjadi sedikit bingung sekaligus kasihan, 'apa masalahnya sepenting itu?'

"Oke, sekarang lo mau ngomong apa?" Tanya Atlan.

"Gue mau tanya sama lo, dimana Alana sekarang?" Tanya David pada Atlan

"Gue nggak bakal kasih tau lo, lagian itu bukan urusan lo juga" ucap Atlan

"Gue mohon kasih tau keberadaan Alana. Apa lo tau? Semenjak kepergian Alana, kondisi Arthur jadi down banget, dia ngurung diri selama empat hari ini, dan nggak mau makan sama sekali" ucap David dengan lirih.

Mereka yang ada di sana terkejut mendengar ucapan David. Tak terkecuali Atlan dan Altair
"Segitu pentingkah Alana dalam kehidupan Arthur?"

"Lo nggak becanda kan?" Tanya Altair dengan wajah shocknya. Bagaimana pun juga, Arthur adalah teman mereka, meskipun hubungan mereka saat ini sedang tidak baik.

"Gue serius, gue mohon sama kalian, bawa Alana pada Arthur, karena sekarang nggak ada yang bisa bujuk Arthur selain Alana" ucap David

"Gue nggak bisa bawa Alana sekarang" ucap Atlan dengan tatapan sendunya

"Kenapa nggak bisa?! Gue mohon sama lo, tolong ngertiin keadaan Arthur. Dia sekarang udah kayak mayat hidup. Dia belum pernah nyentuh makanan sedikitpun. Dia bisa kehilangan nyawanya kalau gini terus" ucap David

"Gue tau apa yang kalian rasain sekarang, tapi gue bener-bener nggak bisa bawa Alana kehadapan kalian karena Alana sedang di luar negri. Gue tau betul, gimana sayangnya Arthur sama adek gue, bahkan Arthur menyayangi Alana lebih dari dirinya sendiri, begitupun Alana, Alana juga sangat mencintai Arthur, tapi keadaan nggak memungkinkan untuk gue bawa Alana kehadapan Arthur sekarang" ucap Atlan dengan wajah frustasinya.

"Jadi gimana?! Gue nggak bisa ngeliat kondisi sahabat gue kayak gini terus" ucap David

"Gue akan berusaha untuk bantuin kalian" ucap Atlan.

"Makasih" ucap David

"Gue ngelakuin ini cuman untuk adek gue, ingat itu" ucap Atlan

"Ckk" desis David pada Atlan.

LEADER (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang