OMG . 10

1.6K 210 48
                                        

Kangjoon menceritakan semuanya kepada Jungkook. Mulai dari kisah ayah dan ibunya, perpisahan mereka hingga pertemuannya dengan Taehyung yang pada akhirnya membawa mereka semua kesini.

Jungkook mendengarkan dengan seksama semua perkataan Kangjoon. Walaupun beberapa hal berada diluar nalar tapi nyatanya semua hal itu membawa mereka semua kesini menemuinya. Jungkook terdiam tanpa berucap apapun hingga Kangjoon menyelesaikan ceritanya. Kangjoon juga menyerahkan kotak yang menjadi wasiat yeji pada Jungkook.

Jungkook menatap kotak itu. Ada rasa gamang untuk menerimanya. Dia masih sangsi dengan perkataan Kangjoon. Tapi karena dorongan dari Kangjoon, akhirnya Jungkook membukanya.

Didalamnya terdapat foto keluarga mereka bertiga saat Jungkook masih kecil. Juga sebuah syal rajutan tangan yang sepertinya dirajut oleh Yeji. beberapa surat dan juga ada buku rekening dengan atas nama Jungkook.

"Ini eomma?" Jungkook memandangi foto yang berisi gambar ayahnya, dirinya semasa bayi dan seorang wanita muda yang sangat cantik.

"Benar Jungkook-ah. Dia adalah Seo Yeji, ibumu dan adikku. Apa sekarang kau sudah percaya?"

"Aku sebenarnya tidak tahu apa aku bisa mempercayai perkataanmu atau tidak. Entah itu kau sebagai pamanku atau pun eomma. Seumur hidupku aku hanya memiliki appa. Semua ini terasa aneh untukku," ucap Jungkook sangsi. Ia menaruh foto itu kembali kedalam kotak dan menutupnya.

"Aku tidak memaksamu untuk percaya Jungkook-ah. Tapi satu hal yang perlu kau tahu, Yeji, ibumu sudah lama sekali ingin bertemu denganmu. Hingga saat ia meninggal pun ruhnya tidak ingin pergi ke tempat seharusnya. Ia menunggumu dan berharap dapat bertemu denganmu Jungkook-ah," tutur Kangjoon.

Ia sebenarnya sedih melihat penolakan Jungkook. Tapi mau bagaimana lagi.

Mungkin semua hal ini terlalu mendadak hingga membuat Jungkook syok. Apalagi dengan kenyataan bahwa sang ibu juga sudah meninggal. Tentunya itu makin membuat keterkejutannya menjadi berkali-kali lipat.

Jungkook menunduk menatap kedua tangannya yang terkepal.

"Eomma... aku tidak pernah mempunyai sosok itu selama hidupku. Aku tidak tahu apa aku merindukannya," ucap Jungkook lirih.

Semuanya menatap iba pada Jungkook. Hidupnya sungguh berat diusianya yang masih terbilang sangat muda. Perceraian kedua orangtuanya, lalu hidup sendiri diusia yang masih sangat muda karena ditinggal sang ayah dan sekarang harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya juga sudah meninggal.

Taehyung beringsut mendekat kearah Jungkook. Ia lalu meraih tangannya untuk digenggam. Pergerakannya itu membuat Jungkook sedikit terhenyak kaget.

"Aku tidak tahu apa kau akan mendengarkanku, tapi walaupun kau tidak mengakuinya, aku tahu jika kau merindukannya Jungkook-ah. Kau merindukan sosok eomma yang selama ini belum pernah kau temui. Begitupun dengannya. Dia menyampaikan padaku bahwa dia ingin bertemu denganmu, juga appamu. Dia sangat mencintai kalian berdua. Itulah mengapa ia begitu patah hati saat mengetahui kalian pergi jauh darinya."

"Bukankah dia yang meninggalkan appa terlebih dulu?"

"Terkadang kita tidak bisa memahami keegoisan orang dewasa Jungkook-ah. Penyesalan itu akan selalu datang terlambat. Namun sebagai anak kita harus bisa memaafkan kesalahan yang sudah orangtua kita perbuat. Baik itu eommamu atau appamu Jungkook-ah. Tidakkah... kau ingin bertemu dengannya?"

Taehyung dan Jungkook saling bertatapan dalam diam. Jungkook mencoba memahami apa yang dikatakan Taehyung barusan. Memang semua yang ia katakan benar adanya. Jungkook memang merindukan sang ibu lebih dari apapun. Sejak dulu ia ingin sekali merasakan kehangatan pelukan seorang ibu.

OH MY GHOST!!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang