Di dekat pinggiran kota terlihatlah Rio yang sedang bertarung dengan seorang pria yang memiliki kekuatan tanah
Pukulan Rio tidak dapat di tahan oleh orang itu
Dia selalu terlempar setelah menerima pukulan Rio
"Aku ulangi sekali lagi, di mana markas kalian?" Tanya Rio
"Tidak, sampai mati pun aku tidak akan memberitahumu" Ucap Si pria
Pria dengan kekuatan tanah melihat warna mata Rio yang makin menyala
"Kalau begitu, sebaiknya aku akhiri saja riwayatmu sampai di sini" Ucap Rio
Rio mengangkat kaki kanannya
"Aku berikan kau kesempatan, ssbaiknya kau beri tahu aku semuanya yang kau tau" Ucap Rio
Si pria menggeleng dan menutup rapat mulutnya
Rio menginjak kepala Pria itu hingga hancur berantakan
Darah Pria tadi langsung mengucur dengan deras dari kepalanya
"Sial, sepatuku jadi kotor" Ucap Rio
Rio berjalan pergi dari tempat itu sambil membawa sebuah peti mati
-Di rumah Airin-
Di dalam rumah Airin sudah berkumpul Kai dan teman-temannya yang lain
"Sebelumnya aku minta maaf sudah memanggil kalian malam-malam ke sini" Ucap Airin
"Tenang saja, kami akan selalu ada di saat kau butuhkan" Ucap Gin
"Benar, kami akan selalu siap membantumu" Ucap Vi
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Fen
"Apakah kalian percaya kalau aku bilang bahwa Rio itu ada dua?" Tanya Airin
Semuanya menggeleng
"Awalnya aku juga tidak percaya, tapi aku melihatnya sendiri, aku yakin kalau Rio itu ada dua, dan masalahnya adalah sangat sulit untuk membedakan mana yang asli dan yang palsu, jadi apakah kalian bisa membantuku untuk membedakan mana Rio yang asli dan yang palsu?" Ucap airin
"Hm... Aku tidak terlalu mengenal Rio, bahkan sejak Sma sampai sekarang kami jarang sekali mengobrol" Ucap kai
Tiba-tiba pintu rumah Airin di buka oleh seseorang
Rupanya orang itu adalah Rio
"Oh rupanya ada kalian semua, apa yang sedang kalian bicarakan, kelihatannya seru apakah aku boleh ikut?" Tanya Rio
Airin langsung berlindung di punggung Fen
"Oh ya Airin, kebetulan toko kue yang ada di perempatan sedang mengadakan diskon, bagaimana kalau kita ke sana dan membeli beberapa kue?" Tanya Rio sambil tersenyum
Gin menunjuk ke arah Rio
"Kau palsu" Ucap Gin
Semuanya langsung kaget setelah mendengar perkataan Gin
"Apa maksudmu?, aku ini asli, lihatlah tidak ada yang berbeda dari diriku" Ucap Rio
"Rio yang asli tidak pernah tersenyum" Ucap Gin
Sebuah panah mekanik muncul di tangan Gin
"Dengan begini aku tidak akan ragu untuk menghabisimu" Ucap Gin
Sebuah senyuman bengis muncul di wajah Rio
"Ahahahaha... Aku ketahuan rupanya, ya walaupun begitu kau tidak akan mampu mengalahkanku karena aku jauh lebih kuat daripada kau" Ucap Rio
"Bukan aku yang akan mengalahkanmu, tapi dia" Ucap Gin
Gin menembakkan sebuah anak panah ke udara
Anak panah itu meledak di udara dan menimbulkan percikan yang cukup terang
"Hanya itu kah kemampuan yang kau miliki?" Tanya Rio
"Tidak, sebenarnya aku masih punya kemampuan lain, hanya saja aku sedang tidak ingin menggunakannya" Ucap Gin
Tiba-tiba saja dinding rumah Airin hancur dan muncul sebuah lubang
"Ketemu kau" Ucap Rio
Rio kaget melihat dirinya berhasil di temukan oleh dirinya yang lain
"Jadi begitu ya, aku mulai paham sekarang" Ucap Rio
Rio langsung berlari keluar dari rumah Airin dan melompat ke atap bangunan untuk melarikan diri
"Tapi maaf waktuku sedang mepet jadi nanti saja kita bertarungnya" Ucap Rio
Di saat Rio melompat, kerah jubahnya di tarik oleh Rio dan dia di hempaskan ke tanah dengan cukup kencang
Aspal tempat Rio di hempaskan menjadi retak
"Cih, sepertinya kau mulai serius ya" Ucap Rio
Rio mencabut pedangnya
"Mari kita mulai saja pertarungannya" Ucap Rio
-Bersambung-