"He tastes like you only sweeter"
One night, yeah, and one more time
Thanks for the memories
Thanks for the memories
Fall Out Boy
.
.
Terima kasih buat temen-temen yang mau ngikutin dan ngedukung cerita ini, pelan-pelan yang suka nambah ^^
.
.
Jimin kepingin muntah dan marah di waktu yang sama.
Like... for real?!
Cowok ini berani-beraninya menggombal dengan tampang sok malaikat tak berdosa setelah semalam meniduri laki-laki di kamarnya.
Kalau cowok itu lupa, kamar Jimin TEPAT di samping kamar Seojun.
So... yeah... dia denger SEMUANYA.
Kemarin sok banget dia ngomong gak suka, gak mau, bukan gay. Halaaah!
Realita dibalik tembok berbeda.
Jimin membentur-benturkan kepalanya ke bantal sebagai bentuk protes. Mungkin dia harus membenturkan tinjunya ke dinding, yang pasti memiliki dua tujuan. Pertama, dia pengen sedikit balas dendam atas hentakan berirama dari kepala tempat tidur tetangganya ke dinding. Kedua, tangan Jimin bisa-bisa masuk ICU sebelum adegan uh-yeah-uh-yeah itu selesai.
Siaaaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaaan!
Sebagian besar komunikasi Jungkook dan Jimin terdiri dari adu mulut, sekalinya menggombal, malah bikin Jimin mual. Masalahnya, Jungkook meniduri bosnya yang berjenis kelamin laki-laki + anak mafia kejam dalam jarak satu inci dari temboknya.
Jimin berani menarik kesimpulan: Jeon Jungkook memang sudah bosan dengan hidupnya.
Jimin tidak yakin apakah dia tersinggung, cemburu, atau hanya lelah.
"Oh, yeaahh..." Han Seojun bosnya yang tampan tapi sayang gila mendesah dengan suara-suara yang terdengar seperti geraman berat. "Yeahh.. ohhh... yeahh daddy..."
Prfttt. Serius?!
Daddy Kink?!
Jimin nahan-nahan ketawa. Ya Tuhan anak papi yang satu itu!
"Ahh Jungkook..."
Decit... decit... decit...
Dak dak dak...
Dentuman benda keras ke tembok.
"Ahh! Ahhh! Terusss hyungg jangan berhentiii... hhhh hhh..."
Jimin duduk di tempat tidur sambil mengepalkan tinjunya ke bantal. Mengacak-acak rambut panjangnya dengan hasrat ingin mencekik leher. "Sekarang jam tiga pagi!" dia berteriak ke bantal.
Teriakan Jimin teredam bantal dan suara-suara teriakan Seojun.
Jimin pingsan di tempat tidur sambil menutupi wajahnya dengan bantal, dengan harapan akan membantu meredam suara-suara laknat. Jika tidak, bantal ini selalu bisa digunakan untuk membungkam wajah Seojun atau Jungkook sampai mereka kehabisan napas.
.
.
.
Karena alasan itulah Jimin menarik tangannya dari genggaman Jungkook.
Jimin menghela napas, ditatapnya pria kebingungan di hadapannya. "Kamar saya di sebelah kamar Han Seojun kalau bapak lupa."
Tidak perlu otak maha pintar seorang profesor untuk menebak kemana arahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Horrible Bosses
FanfictionJimin (24 tahun) berharap Han Seojun dan Jeon Jungkook mati saja. Punya dua boss yang kerjanya bentrok satu sama lain, itu masih mending. Lah ini... Jimin ikut dibawa-bawa dalam drama gak jelas dan gak penting mereka! Masalahnya Jimin lelah harus...
