I know I said my heart beats for you, I was lying girl
It beats for two
Because I got your love, and I got this vices
Bring Me The Horizon
.
.
.
.
Alam bawah sadar Jungkook terguncang, karena Jimin agak kasar berteriak di kupingnya memanggil namanya berulang kali. Ketika suara ibunya menyeruak masuk, Jungkook baru benar-benar membuka mata.
"Layanan kamar untuk pasangan yang bahagia!" teriak ibunya dengan manis.
Dia mendengar Jimin meneriaki balasannya dengan ramah. Jungkook berguling, dia bertemu dengan tatapan Jimin. Gadis itu tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja bangun tidur. Rambutnya sudah disisir rapi, piyamanya tidak tampak acak-acakan.
Ibunya menerobos pintu, membawa nampan besar. Jungkook bisa mencium aroma kopi segar dan aroma kayu manis dari roti. Roti favoritnya.
"Bibi Jihyun, seharusnya tidak perlu repot-repot," ucap Jimin ceria.
"Sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga, sayang! Jangan pernah sungkan! Selain itu, ini adalah roti favorit Jungkook." Wanita itu menawarkan dengan ramah.
Jimin meliriknya dan Jungkook mengangkat bahu sedikit. Dia tersenyum sambil memeluk Jimin. Kalau Jungkook menunduk ke bawah, dia bisa melihat langsung ke bagian atas piyama Jimin. Payudaranya yang bulat sempurna begitu mengundang. Siapa yang tidak langsung ereksi?
"Apakah masih ada tempat untuk satu orang lagi?" Dia mendengar suara ayahnya mendekati kamar. Pria yang lebih tua itu praktis melenggang ke dalam ruangan.
Kehadirannya sukses membunuh ereksi Jungkook dengan cepat.
"Wow, apa kita benar-benar harus melakukan pertemuan keluarga sekarang juga?" Jungkook bertanya, agak terlalu getir. Dia menarik tangannya yang bebas untuk mengusap pelipisnya. "Kami baru saja bangun, Ayah, Ibu, jika kalian tidak keberatan tolong keluar dulu, kami butuh mandi dan siap-siap."
"Jungkook, ibumu dan aku telah menemukan ide fantastis." Juwoon bertepuk tangan sambil mondar-mandir. Dia meletakkan tangannya di kaki tempat tidur, bersandar sedikit lebih dekat.
"Kami ingin kamu menikah di sini besok!" Seru Jihyun, melompat kegirangan.
"Besok," Juwoon menegaskan.
"Apa?" Jimin berseru, dia tampak sangat terkejut. Saking kagetnya sampai kehilangan kemampuan membantah.
"Tidak," geram Jungkook rendah, menggelengkan kepala.
"Lagipula kalian berdua akan menikah juga nantinya, jadi mengapa tidak melakukannya di sini di mana kita semua bisa menghadiri upacara pernikahan kalian bersama?" Jihyun menyarankan. "Nenek Dayum akan sangat senang kalian menikah tepat di hari ulang tahunnya!"
"Oh tidak, wow, kami..." Pidato terbata-bata Jungkook terhenti.
"Kalian baik sekali," kata Jimin ramah, berusaha bersikap diplomatis. "Tapi kami benar-benar tidak ingin mengganggu ulang tahun Nenek Dayum."
Mendengar itu, Nenek Dayum menerobos masuk ke kamar.
Jungkook melongo. Sejak kapan Neneknya ada di sana? Jangan-jangan selama ini mereka semua menguping dari balik pintu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Horrible Bosses
FanfictionJimin (24 tahun) berharap Han Seojun dan Jeon Jungkook mati saja. Punya dua boss yang kerjanya bentrok satu sama lain, itu masih mending. Lah ini... Jimin ikut dibawa-bawa dalam drama gak jelas dan gak penting mereka! Masalahnya Jimin lelah harus...
