16. [bonus chapter]

291 27 0
                                        

-----

"mommy..."
"mommy..."

Suara laki-laki kecil terdengar memanggil ku dari tadi. Ntah masalah apa lagi yang dia buat bersama jihoon. Biar ku tebak pasti ada mainan nya di hancurkan jihoon, atau tidak jihoon menganggu nya yang sedang bermain.

Ayah dan anak tak pernah beres.

"ada apa noah?" oh ya. Sedikit cerita. Setelah masalah ku dan jihoon selesai 4 tahun yang lalu dan setahun kemudian aku dan jihoon diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki anak, dan ternyata anak pertama kami adalah seorang putra, ia tumbuh menjadi anak yang baik hati, lucu dan berbakat. Dia suka bernyanyi dan bermain musik, sama seperti jihoon. Selama aku hamil jihoon selalu disamping ku, selalu menyanyikan sebuah lagu dan meminta ku menemaninya bermain musik. Dan jadilah Lee Noah yang sangat amat persis seperti ayahnya.

"daddy, menghancurkan lego ku" ujarnya, walaupun masih berusia tiga tahun, Noah sudah hebat berbicara.
"mommy, daddy suka mengacau noah bermain" ujarnya lagi. Aku pun mengandeng tangan noah dan berjalan menyusul jihoon yang ada di dalam ruang bermain noah.

"ji, uda ku bilang, jangan ganggu anak mu main, aku tuh mau masak dengan tenang" omel ku sambil berkacak pinggang. Jihoon hanya menyengir.

"noah, i'm sorry, okay? Daddy just want playing with you" kata jihoon membujuk anaknya agar tidak merajuk lagi.

"tapi daddy selalu mengancurkan lego noah, padahal noah uda janji sama uncle jeonghan buat selesaikan ini" katanya, bibirnya mengerucut dan pipinya bersemu merah. Aigoo menggemaskan, perisis ayahnya. Haha.

"sudah ya, noah di sinu play with daddy, mommy mau masak dulu" kata ku memberitau anak itu.

"okay mommy" balas nya mengacungkan jempol dengan wajah polosnya.

-----

Oh ya mungkin kalian penasaran dengan kabar miyoung, aku dan jihoon sampai sekarang sudah tak pernah bertemu dengannya lagi, dan ku dengar miyoung sudan pindah ke luar negeri karna dia bergabung dengan label internasional. Ya mungkin seperti itu.

Emm ya, sampai sekarang jihoon masih sering mengunjungi makam kedua anak kembarnya itu, dan sekarang aku yakin jihoon adalah orang yang benar-benar tulus. Aku, jihoon dan noah sering pergi ke sana untuk mengunjungi Lee yunji dan lee minji.

Tapi aku tak yakin apakah miyoung masih mengingat mendiang calon anak kembarnya itu. Ya kurasa, pasti dia akan mengingatnya seumur hidup kan.

"mommy, daddy, mengapa kita selalu datang ke sini?" tanya noah penasaran.

"Lee Noah, seperti yang sudah daddy and mommy jelaskan, mereka adalah kakak-kakak mu, your sisters, tapi mereka sudah lebih dulu pergi ke surga saat masih di dalam perut mama nya" jelas jihoon lembut agar noah mengerti.

"jadi mereka sudah di surga sekarang?" tanya noah. Aku mengangguk.

"yes, mereka sudah senang di sana" jawab ku, noah mengangguk dan tersenyum.

"nah sekarang, ayo kita kirimkan doa untuk kakak-kakak mu ya" ajak jihoon, dan noah pun dengan sigap melipat tangannya dan mulai berdoa.

Aku dan jihoon berhasil merawat noah menjadi anak yang cerdas. Walaupun dulunya kami hampir tak berhasil dalam rumah tangga. Tapi itu masa lalu, aku tak bisa melupakan itu, dan aku akan menjadi masa lalu sebagai pelajaran untk hidup ku kedepannya.

----

"mommy" seketika aku menoleh saat noah memanggil ku.

"yes?"

STRONG✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang