Suasana menegangkan di sebuah rumah mewah atau bisa juga di sebut mansion. Ya, benar itu adalah mansion keluarga Drawijaya. Seluruh kerabat datang untuk menyaksikan ijab qobul mereka, dan di sini lah Deon sekarang. Dia duduk berhadapan dengan papa Kia yang siap menyerahkan putri tercintanya itu pada Deon.
"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan putriku Azkia Viona Wiratmaja dengan engkau Deon Angkasa Drawijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta uang tunai sebesar 50 Miliyar Rupiah dibayar tunai" papa Kia berucap sambil menjabat tangan Deon.
"Saya Terima nikah dan kawinnya Azkia Viona Wiratmaja dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 50 Miliyar Rupiah dibayar tunai"
"Para saksi sah?" Tanya sang penghulu.
"Sahhhhh" sanak saudara Deon dan Kia berseru kencang membuat Deon menghembuskan nafasnya lega karena sedari tadi dia sangat sangat tegang karena takut salah sebut.
"ALHAMDULILLAH"
Dan tak lama kemudian turunlah Kia dengan balutan baju pengantin berwarna putih yang membalut tubunya dan yang berbeda saat ini kia menggunakan hijab, itu karena permintaan Deon. Katanya sih "gue gak mau orang lain jelalatan liat lu" bilang aja kalo si Deon cemburu kalo Kia di liat orang lain.
Kia duduk di samping Deon sambil di bantu oleh mama nya.
"Nak Deon dan nak Kia silahkan bertukar cincin" ucap penghulu dan mereka berdua langsung bergantian memakaikan cincin.
"Selamat sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri"
Deon mengecup kening Kia membuat Kia terkejut, berbeda dengan yang lain. Mereka bersorak melihat ke mesraan Deon dan Kia.
"Baru aja di kening lu dah kaget, gimana kalo di bibir nanti" bisik Deon.
"Heh, lu lupa? Kemaren malem lu udah perawanin bibir gue, kalo nambah dosa jangan bawa bawa gue dong" balas kia sambil berbisik juga.
"Lu semenjak di jodohin ama gue kenapa jadi mesum gini ? Perasaan dulu sensi banget sama gue" ucap Kia heran, memang benar adanya kalau Deon berubah drastis semenjak perjodohan mereka.
"Siapa juga yang gitu, gausah geer" memang itulah Deon dengan ke gengsian yang besar, Gengsi gengsi tapi doyan wkwk.
******
Acara di lanjutkan di Ballroom hotel milik keluarga Drawijaya. Terlihat tamu undangan memenuhi hotel tersebut, Kia dan Deon berdiri dengan senyum yang lama lama membuat bibir mereka pegal karena saking banyaknya tamu yang datang.
"Deooon pegel, kaki gue sakit berdiri terus" rengek Kia manja.
"Gausah manja, namanya nikah ya harus mau berkorban. Cuma kaki lu yang pegel aja udah langsung ngerengek, kalo gamau pegel gausah nikah"
"Ishhh lu kok gitu sih, lagian kan lu juga ngapain mau nikah sama gue" sungut kia kesal, Deon hanya diam tidak menjawab dan melanjutkan menyalami para tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"KIAAAAA" kia tau betul siapa yang berteriak dengan suara cempreng seperti itu. Ya benar, dia adalah Maya sahabatnya paling heboh. Maya datang bersama Nada dan Jihan.
"Gue seneng banget pas Deon kasih undangan ke kita. Gue beneran gak nyangka kalian bakalan nikah" sontak Kia langsung menatap tajam ke arah Deon.
"Lu gak ada larang gue buat kasih undangan ke sahabat lu" Ucap Deon datar tanpa ekspresi.
"Ck" Kia berdecak kesal, tapi biarlah yang sudah terjadi maka terjadilah.
"Tenang ki, kita bisa jaga rahasia kok" ucap nada
KAMU SEDANG MEMBACA
MY COLD KETOS IS MY HUSBAND
Novela Juvenil"dan yang disebelah temen mama itu namanya Deon calon suami kamu" Ucap mama dengan senyum tanpa dosanya. "APA ? CALON SUAMI? DIA? GAK SALAH MA ?" penasaran sama cerita selanjutnya, kalo gitu langsung baca ceritanya yuk.
