Esok paginya, di sebuah Penjara nampak Maya dan Arsen ingin mengunjungi Kia, mereka berniat untuk membebaskan Kia.
"Ada apa?" Tanya pak Polisi saat mereka berdua memasuki kantor polisi.
"Kami dari Keluarga tahanan bernama Azkia, kami mohon pihak Kepolisian untuk menyelidiki rumah korban" ucap Arsen.
"Mohon maaf kami tidak bisa melakukannya karena kasus sudah kami tutup"
"Bapak dengan mudahnya menutup Kasus yang bahkan hampir melayangkan nyawa orang? Saya tidak mau tau, ini rasanya tidak adil untuk Azkia dan Deon. Bagaimana Indonesia bisa maju jika kalian dengan mudah nya menutup Kasus ini" Ucap Maya tegas.
"Ini juga bukan keinginan kami dek, tapi keinginan dari Nona Azkia itu sendiri"
"Oh? Bagaimana kalau kami yang menyelidikinya sendiri dan membawanya ke pada kalian? Saya yakin Kalian akan di cap tidak bertanggung jawab"ucap Maya dengan Tegas membuat kedua polisi itu bingung.
"Baiklah, kami akan melakukan penyelidikan kembali."
"Terimakasih, saya harap Bapak melakukannya dengan sungguh-sungguh karena yang saat ini sedang bapak hadapi adalah keluarga DRAWIJAYA, kami permisi pak Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" polisi itu sedikit terkejut mendengar nama keluarga itu.
"Cepat bawa Tahanan atas nama Azkia kesini" Ucap salah satu polisi pada seorang polwan.
"Siap pak" Polwan itu segera menuju ke sel tempat Kia berada.
"Nona Azkia" panggil Polwan itu.
"Iya?" Balas Azkia.
"Anda di panggil, mari ikut saya"
"Apa ada orang yang mau menjenguk saya lagi?"
"Tidak"
"Baiklah" Azkia pun keluar setelah Polwan membukakan pintu sel.
Azkia melangkah menuju sebuah ruangan bersama dengan Polwan itu.
"Silahkan duduk" ucap polisi saat Kia sudah sampai. Kia lantas duduk menuruti ucapan Polisi itu.
"Saya ingin bertanya satu hal kepada anda saudari Azkia, dan saya mohon anda menjawab dengan jujur. Seperti yang anda ketahui sebagai umat islam bohong adalah langkah awal seseorang menjadi orang munafik"
"Iya pak, silahkan anda bertanya" ucap Azkia.
"Apa benar anda sedang melindungi seseorang ?"
"Maksud bapak?"
"Saya bertanya apa benar anda sedang melindungi seseorang?"
"Melindungi seseorang?" Tanya Kia ragu.
"Benar, dari awal kami memang sudah curiga pada anda yang dengan mudahnya mengakui kesalahan dan minta untuk dipenjarakan" ucapan Polisi membuat Kia menunduk dan bingung.
"Kami akan melakukan penyelidikan pada rumah tersebut, saya mohon anda tidak melarang kami lagi"
"Tidak perlu pak" seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu.
"Hei ! Siapa yang menyuruh anda masuk?"
"Tenang pak tenang, saya kesini untuk memberikan ini" orang itu menyodorkan sebuah map coklat beserta barang bukti. Kia menoleh ke arah orang itu untuk melihat ke arahnya.
"Lu?" Kia terkejut saat melihat orang tersebut.
"Hai, udah lama ya gak ketemu"
"Diraaaa" Kia lantas saja memeluk orang itu, dia adalah Anindira.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY COLD KETOS IS MY HUSBAND
Genç Kurgu"dan yang disebelah temen mama itu namanya Deon calon suami kamu" Ucap mama dengan senyum tanpa dosanya. "APA ? CALON SUAMI? DIA? GAK SALAH MA ?" penasaran sama cerita selanjutnya, kalo gitu langsung baca ceritanya yuk.
