kebenaran

1.8K 171 44
                                        

"AZKIAAAA KAMU YA !" Teriak Lena sambil menaiki anak tangga.

BRAKK

Lena membuka kasar pintu kamar milik putrinya.

"ASTAGHFIRULLAH AZKIAAAA! INI UDAH JAM BERAPA KAMU MASIH ENAK-ENAKAN TIDUR"

Kia tetap tidak berkutik, dia malah terlihat tambah nyaman dengan memeluk guling.

"KIA ! MAMA HITUNG SAMPE TIGA KALO KAMU BELUM BANGUN BAKALAN MAMA SIRAM PAKE AIR YA !"

"Deon.... berisik banget sih"

"HEH SIAPA DEON? BENERAN MINTA DI SIRAM NIH ANAK" Lena mengambil sebaskom air dan setelah hitungan ke 3 dia langsung menyiramnya ke arah Kia.

BYURRRRR

sang empu yang terkena siraman air langsung saja bangun karena terkejut.

"Huwaaa bocor-bocor ! Deon kamar kita kurang banyak lapisan no*dropnya."

"HEH INI MAMA !"

Kia menolehkan kepalanya ke arah suara, dia melotot saat melihat mamanya yang memegang baskom.

'jadi mama yang nyiram gue?' pikir Kia.

"Apa liat-liat? Udah deh cepetan mandi terus berangkat sekolah."

"HAH? SEKOLAH? Yakali maaaa, Kia udah punya 2 anak sama suami masa di suruh sekolah si, lagian kan Kia udah lulus juga udah punya perusahaan sendiri , ngapain masih kerja?"

"Ngomongin apasih kamu? Gak jelas banget bangun-bangun nge halu punya anak sama suami, sadar ! Atau air nya kurang?" Ucap Lena dengan tampang garang khas emak emaknya.

"Ma...Kia gak lagi bercanda loh ini, bukan hal yang bisa di bikiin candaan tau"

"Otak kamu geser ya? Kamu liat mama lagi bercanda? Mama masih banyak kerjaan ngapain ngibulin kamu, unfaedah banget" ucap Lena dan dia langsung keluar dari Kamar Azkia untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Lena meninggalkan Kia yang berkutat dengan otaknya.

"Gak..gak..gak ini pasti bercanda, pasti mama lagi nge prank april mop" monolognya

"Eh tapi ini kan...."Kia meraih ponselnya dan melihat tanggal, matanya terkejut saat melihat ternyata saat itu sudah bulan agustus.

Kia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dia menggeleng tak percaya saat melihat itu semua.

"Gak ! Gak mungkin ! Ini pasti mimpi, iya kan ini pasti mimpi" Kia menepuk-nepuk pipinya berharap kalau itu semua hanya mimpi, namun nihil pipinya terasa sakit dan jelas sekali kalau itu bukan mimpi.

"GILA ! APA-APAAN BANGET GW MIMPI SAMPE SEGITUNYA, GBL GBL GBL GELI BANGET LOOCH"

"AZKIAAA NGAPAIN KAMU TERIAK-TERIAK INI UDAH JAM BERAPA? KAMU GAK MAU SEKOLAH HAH?" Teriak Lena dari lantai dasar.

Kia melirik jam yang terpajang di dindingnya, matanya membola saat melihat angka yang di tunjuk oleh jarum jam itu.

"Sial ! Gw telat woy" Azkia loncat dari kasurnya dan lari menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 10 menit untuk mandi dan bersiap, Azkia langsung keliar dari kamarnya dan memasuki mobil yang sudah ada supir menunggunya, saat itu jam sudah menunjukkan pukul 06.55 yang artinya 5 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup.

"Pak plisss cepetin lagi dong, 5 menit lagi gerbangnya di tutup nih" ucap Azkia was-was, dia terus melihat jam yang melingkar manis di tangannya.

Akhirnya Azkia sampai di depan gerbang sekolahnya, di saat itu gerbang sudah akan di tutup oleh satpam.

"Pak tunggu pak jangan di tutup dulu, ini masih ada satu menit kok saya belum telat"

"Eh neng Azkia, iya neng silahkan masuk. Tumben banget neng Azkia telat"

"Ceritanya nanti aja ya pak saya mau masuk ke kelas" Azkia ngacir meninggalkan pak budi yang tengah menggeleng pelan saat melihat tingkah Azkia yang terlihat was-was.

Brakkk

Azkia membuka kasar pintu kelasnya, membuat dia menjadi pusat perhatian temen sekelasnya.

"Tumben telat ki?" Tanya Rendi si ketua kelas.

"Hosh...hosh....hosh gue kesiangan" Azkia memasuki ruang kelas dengan meadaan yang ngos-ngosan. Azkia duduk di bangkunya, dan menatap heran ke sekitar yang melihatnya dengan tatapan bingung.

"Kenapa lu pada liatin gw kaya gitu?"

"Lu kok santai banget ki?" Tanya salah satu temannya.

"Santai? Emang gw kenapa?"

"Your bestie 10 menit lalu ijin katanya ada rapat osis, terus hari ini juga kan ada bazar di sekolah kita, kok lu gak pake baju kerja Osis lu?" Sahut teman sekelas yang lain.

"HAHH ? LU SERIUS?"

"Lah? Gimana si? Kan yang anak OSIS lu, kok malah tanya ke gue? Itu gue juga tau dari si Jihan tadi."

"Ck....ini gara gara mimpi prik itu, gw jadi telat sekolah apalagi ini? Gw sampe gatau ada bazar sekolah...ya tuhaaan gue kudu otthokeeekkk" gumam Azkia.

Azkia mengambil ponselnya berniat menghubungi sahabatnya, namun nihil saat dia menelpon tidak ada jawaban dari orang yang dia telpon.

Kia meletakkan kepalanya lesu di atas meja, dia tidak berani untuk keluar kelas dan melakukan tugasnya, dia sangat takut dengan amukan Deon yang pasti akan membuatnya mendapat hukuman.

Tak lama dari itu, ponselnya berbunyi. Tertera nama Jihan di ponselnya.

"Halo Ji? Lu dimana? Plisss bantuin gue Ji tadi gue bangunnya kesiangan terus gue juga kaya ada sesuatu yang aneh gitu pokonya, mimpi gitu masa Ji, prik banget deh pokonya. Terus gue juga gak bisa ikutan Bazar nya Ji gue gak pake baju kerja" ujar Kia panjang lebar.

"Udah?"

Deg

Suara sahutan dari sebrang sana membuat tubuh Azkia menegang kaku.

"M-maaf gue gak-"

"2 menit ruangan Osis" ucap sang penelpon dan langsung saja mematikan panggilannya sepihak.

Tamat sudah nasib Azkia kali ini, tidak ada orang yang bisa menyelamatkan nya dari amukan orang yang barusan menelponnya. Tapi mimpi itu benar-benar terasa sangat nyata, entahlah mungkin itu hanya mimpi panjang Azkia yang hanya sebagai bunga tidurnya.

Azkia berjalan gontai menuju ruang OSIS dia ingin sekali kabur, tapi itu sangat tidak mungkin, jika dia lari dari masalah ini pasti tidak akan selesai mungkin malah tambah panjang dan melebar nantinya.

Gimana-gimana? Ya kalian gak nyangka ya kalo alurnya bakalan kaya gini, bisa di terima kan ? Harus bisa ya wkwk, silahkan hujat author kalo kalian kesel, kritik dan pesan dari kalian pasti author baca dan pertimbangkan kok.

Oke taburan bintangnya jangan lupa ya....:)

MY COLD KETOS IS MY HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang