02

98 17 0
                                    

"Alesha sayang"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Alesha sayang"

Samar samar aku mendengar suara yang selama ini selalu kurindukan, aku terbangun dan melihat sekeliling, aku berada di padang rumput yang sangat luas dan didepanku saat ini ada seseorang yang sangat aku rindukan selama 2 tahun ini, Mama!

"Ma? Ini mama kan?"

"Iya sayang" mama mengatakan itu sambil tersenyum, apapun yang terjadi mama tak pernah sekalipun melunturkan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya,

"Ma, Alesha kangenn" saat aku akan memeluk mama, dia menghentikanku,

"Tunggu sayang, ada yang mau mama bicara sama kamu"

"Ada apa ma?"

"Sayang, yang kamu lakuin itu salah, nggak seharusnya kamu nyakitin perasaan mama Ningrum dan Alona, mereka nggak salah"

"Tapi ma, wanita itu udah ngerebut posisi mama dihati papa dan alona udah ngerebut semua yang alesha miliki, ma"

"Enggak sayang, apa yang kamu pikirkan tidak seperti kenyataannya, mereka nggak seperti yang kamu pikirkan"

Aku hanya diam tak bisa membalas perkataan mama,

"Sayang, kamu harus ingat, mereka nggak salah. Mama harap kamu bisa menghilangkan rasa kebencianmu ke mereka"

Mama mulai memudar sepertinya beliau akan menghilang,

"Udah waktunya mama pergi, jaga diri kamu ya sayang, mama menyayangimu"

Mama hilang sepenuhnya,
-
-
Aku terbangun dari tidurku, ternyata apa yang baru saja terjadi adalah mimpi, memikirkan perkataan mama membuatku bertanya tanya, apakah yang aku lakukan salah?

Aku melihat jam yang ada diatas nakas dan waktu sudah menunjukkan pukul 05.30, waktunya aku bersiap siap untuk pergi ke sekolah,

Saat aku menuruni tangga, di meja makan saat ini mereka semua berkumpul dan ketika aku tak sengaja melihat tante ningrum membuatku teringat akan mimpi yang terjadi semalam,

"Eh, Alesha udah turun. Ayo makan dulu"

"Ada tugas yang harus aku selesaiin, aku berangkat dulu" aku mengatakan itu karena mama, aku harus menanggapi perkataan mereka meskipun enggan,

Aku tak ingin dipaksa makan bersama mereka, lebih baik aku segera pergi dari sini,

"Alesha, tunggu! Aku ikut sama kamu ya"

Karena ada yang ingin aku bicarakan dengan Alona aku membiarkan dia masuk kedalam mobil, setelah setengah perjalanan menuju ke sekolah kita hanya diam aku pun memilih memulai pembicaraan dengan Alona,

"Gue tanya sama lo"

"Mau tanya apa Sha? Kamu boleh tanya apapun"

"Lo suka Daffa?" Setelah aku menanyakan itu, aku melihat Alona yang membeku sejenak dan menjawab pertanyaanku,

ALESHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang