-#16

161 18 2
                                        

Happy Reading!

San masih mencerna apa yang terjadi tadi, saat Rafa menyentil jidatnya barulah lelaki itu sadar sepenuhnya. Dia menatap sang kekasih penuh tanya namun hanya diberikan kekehan manis. Daripada bingung diapun bertanya pada si manis.

"Maksudnya?" Rafa menghela nafasnya kemudian menjawab, "Gue mau minum tapi dari mulut lo."

Jujur saja ini bukan kali pertama mereka berciuman, tetapi kalau minum dari mulut satu sama lain ini pertama kalinya; mengkanya tak heran San sedikit bingung.

Mereka duduk di atas kasur sambil minum dengam khidmat, sesekali juga saling menjahili. Di luar sana Raja mencoba menahan kecemburuannya dengan menggegam erat-erat selang air. Raja sudah menyukai San sejak lama—bahkan sebelum dia bersama Felix. Saat berpacaran dengan Felix dipikirnya ia bisa melupakan sosok San, tetapi itu malah menghantuinya karena ternyata San dan Felix berteman dekat ditambah saat itu si doi sering bermain di rumahnya bersama Rafa.

Ketika mencoba tenang seseorang memukul bahunya dari belakang sehingga Raja membalikkan tubuhnya. Ada Yoshi dengan helm di tangannya, tak lupa helm terpasang di kepalanya.

"Jalan-jalan yok, bosen gua di rumah, Artha sama bang Ocang pergi." Raja yang terlanjur cemburu mengiyakan ajakan Yoshi lalu memakai helm.

Keduanya naik di motor metik Yoshi yang terparkir di depan gerbang rumah Raja, mereka berdua sering jalan bareng akhir-akhir ini karena memiliki jadwal eskul yang sama. Juga terkadang Raja menginap di rumah Yoshi jika jenguh di rumah, Rafa sendiri sering di kost San, itulah kenapa adiknya bosan dan menginap di rumah temannya. Terlebih lagi orang tua keduanya pulang ke rumah biasa hanya dua hari esoknya pergi lagi.

Kembali pada Yoshi dan Raja, keributan jalan tidak membuat keduanya hening, bahkan suara obrolan mereka lebih keras hingga pengendara atau pejalan lain bisa mendengarnya. Raja seakan lupa kejadian tadi, dia tertawa lepas saat Yoshi menceritakan kejadian-kejadian lucu di rumah atau sekolah. Ketika sampai di suatu cafe pandangan keduanya terfokus pada sosok Ocang dan Artha yang makan dan bisa mereka lihat ada gelang couple di pergelangan keduanya.

"Anjir, mereka pacaran Yosh?" tanya Raja heboh.

"Kagak tau, eh, kacamata lu tuh sini gue benerin." Oh ya, Raja sedang memakai kacamata bulatnya karena memang tadi tak sempat melepasnya.

Tangan Yoshi terulur membenarkan letak posisi kacamata si pemilik mata rubah itu, seusainya mereka masuk kemudian memilih duduk di tengah-tengah saja. Seperti pelanggan pada umumnya—memesan kemudian mengobrol ringan. Tidak ada kecanggungan karena toh keduanya teman dekat, biasa juga sering makan bareng.

Sesaat pesanan datang yang disantap keduanya, saking asiknya menyantap apa yang dipesan, mereka tidak sadar jika semua orang tengah berbisik-bisik. Yoshi yang pada dasarnya sedikit peka langsung sadar kemudian menengok ke sekeliling.

"Anjir, nekat bener tuh dua orang." Raja mengernyitkan dahinya lalu mengikuti arah pandang Yoshi.

Rafa dan San berpegangan tangan di atas meja yang akhirnya menjadi bahan bincangan orang-orang di sana. Ya, sekali lagi perlu diingat hal seperti ini sungguh tabu.

"Wih, gua yakin itu yang rada pendek pasti uke." Ada suara bisikan dari dua remaja perempuan yang bisa diyakini mereka seoranh fujoshi atau fujodan. Hem, rada pendek? Sudah tentu yang disebut uke adalah San.

Raja mengepalkan tangannya dalam diam tanpa bersuara sama sekali, tiba-tiba saja Yoshi dibuat terkejut kala tangan Raja menariknya agar ke luar dari cafe tersebut. Karena ponselnya tertinggal di atas meja ia melepas tarikan Raja untuk kembali mengambil ponselnya. Ketika ponselnya sudah bersama dirinya, dia sekarang berhadapan dengan Raja sambil menatap bertanya.

"Lu kenapa?" tanya Yoshi pada akhirnya.

"Nggak papa." Saat Raja hendak merampas kunci motor di tangan Yoshi, tangannya dihempas duluan oleh si empu.

"Jawab." Raja menghambuskan nafasnya kemudian menggeleng sambil tersenyum. Yoshi hanya bisa pasrah lalu menyalakan motor terus pergi dari sana bersama Raja.

Bersambung~

Kebalik | SanJin✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang