Terhitung sudah satu minggu Ali selalu mencoba meminta maaf pada Prilly. Kemanapun Prilly pergi ia selalu mengikutinya, bahkan saat Prilly syuting pun ia rela menunggunya sampai selesai lalu mengikutinya sampai rumah karena memang Prilly tidak menginap di lokasi syuting. Tapi sampai sekarang hasilnya nihil, Prilly belum memaafkannya bahkan sekarang terkesan mengacuhkannya. Untung saja pekerjaannya tidak terbengkalai karena dibantu sang sepupu.
Seperti pagi ini, setelah semalam bertanya dengan asisten Prilly dan mendapatkan kabar kalau Prilly tidak ada jadwal syuting yang artinya ia free di rumah maka Ali pun memutuskan untuk berjuang lagi mendapatkan maaf dari Prilly. Baginya sebelum mendapatkan maaf dari Prilly ia tidak akan bisa hidup tenang seperti beberapa tahun yang lalu saat ia dan Prilly berselisih dan berujung persahabatan mereka merenggang bahkan bisa dibilang putus tali silaturahmi diantara keduanya.
Dengan keadaan yang bisa dibilang kurang sehat Ali tetap memaksakan untuk pergi ke rumah Prilly. Sudah sejak semalam badannya terasa panas dan menggigil tetapi ia hanya meminum obat yang berada dalam kotak persediaan obat.
Beruntung semalam Ali pulang ke apartemennya yang berada di daerah Jakarta, jadi ia tidak akan menyetir mobil terlalu lama karena jarak dari apartemennya ke rumah Prilly yang berada di daerah Tangerang tidak terlalu jauh berbeda jika ia pulang ke rumahnya yang berada di daerah Bekasi.Usai mandi dan sarapan Ali pun bergegas memakai hodienya kemudian berangkat ke rumah Prilly. Jam yang bertengger di tangan kirinya menunjukkan pukul 8 lebih 15 menit. Karena hari wekeend jalanan yang dilaluinya sedikit macet. Tapi itu tidak mengurangi semangatnya untuk mendapatkan maaf dari Prilly.
***
Kurang lebih satu jam menempuh perjalanan, akhirnya mobil merah Ali berhenti di depan rumah megah Prilly. Ali pun turun dari mobilnya dan menuju pintu utama, kebetulan gerbang rumah Prilly sedang dibuka jadi ia bisa langsung masuk.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar di rumah Prilly, tak lama kemudian datang seorang wanita paruh baya yang membuka pintunya.
"Assalamualaikum bi" salam Ali ketika yang membukakan pintu salah satu asisten rumah tangga Prilly.
"Waalaikumsalam" jawab sang bibi.
"Eh den Ali, cari neng Prilly ya?" tanya bibi.
"Iya nih bi, Prilly nya ada ngga?" tanya Ali basa basi karena sebenarnya ia sudah tau jawabannya.
"Ada den sebentar bibi panggilkan, aden silahkan masuk dulu" jawab bi Marni sembari mempersilahkan Ali masuk.
Ali kemudian masuk dan mendudukkan dirinya di ruang tamu rumah Prilly. Sedangkan bila Marni bergegas memanggilkan nona mudanya.
"Ada siapa bi?" tanya mama Ully yang berada di ruang makan sedang membereskan bekas sarapannya pagi ini.
"Itu Bu ada den Ali nyariin neng Prilly di depan" jawab bi Marni.
"Loh tumben pagi-pagi udah kesini" balas mama Ully heran.
"Saya juga ngga tau Bu"
"Yaudah bi tolong panggilin Prilly di atas"
"Baik bu" balas bisa Marni dan berlalu ke atas menuju kamar Prilly.
"Pa temenin Ali dulu sana, biar mama bawa ini dulu ke dapur sekalian bikinin minum"
"Iya ma ini papa juga lagi mau ke depan" ucap papa Rizal beranjak dari duduknya.
Sesampainya di ruang tamu yang hanya berbatasan dengan ruang keluarga papa Rizal melihat Ali yang sedang memainkan ponselnya.
"Ali" panggil papa Rizal.
"Ehh om, pagi om" balas Ali sambil mencium tangan papa Rizal.
"Pagi juga Li"

KAMU SEDANG MEMBACA
COMEBACK
Teen FictionTentang dua insan yang masih saling mencintai tapi selalu memendam perasaan sendiri. Dua insan yang berpisah karena keegoisan diri. Lalu saat mereka ditakdirkan untuk bertemu kembali, akankah kisah yang dulu terulang lagi?