"Gabutku jadi hantu bermanfaat pas ketemu dia."
;
Park Sunghoon itu memang keren, tampan, prestasi di setiap tikungan ada, belum lagi jadi idaman seisi sekolah. Tapi ada satu kelemahannya. Gayanya sok realistis, eh ternyata takut hantu!
Tapi gimana...
Bukan lagi di hari yang sama, bukan juga di malam yang sama. Sunghoon merasa lebih nyaman semenjak si itu pergi, untungnya di rumah tidak ada hal-hal yang tidak diinginkannya.
Sunghoon sibuk dengan ponselnya, siapa tahu ada chat masuk. Padahal sih sepi. Sunghoon yakin ia cukup laku di kalangan cwk cwk, mungkin mereka sungkan untuk menyapa online duluan padanya. Seyakin itu.
Jarinya bergulir, berakhir membuka aplikasi favoritnya. Eh kebetulan, ada chat masuk. Tapi ...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sunghoon terduduk. Iya, pasti Jay. Dia meyakinkan diri. Tapi tetap saja bingung, banyak pertanyaan yang berkumpul di otaknya sekarang. Dia terburu mencari kontak Jay di ponselnya.
Bagaimana dengan Jake? Nope. Sunghoon tahu Jake itu orangnya apa adanya, meskipun sebelas duabelas, tapi untuk hal seperti prank itu bukan stylenya.
Sunghoon mengelus dada. Awas saja Jay, di sekolah ga bakal aman, pikirnya.
Sunghoon tergesa mengetikkan sesuatu ketika menemukan kontak dengan nama tukang kebun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.