Ten

8.8K 552 8
                                        

"Ya, aku tak apa." Kataku lalu berjalan menuju lokerku kembali. dan Justin mensejajarkan jalannya denganku. Sesampainya aku di loker, aku langsung menaruh bukuku di dalam nya. Setelah itu Justin menarik tanganku.

"Mau kemana?" Teriakku.

"Kita akan makan." Katanya. Terus berjalan dan kita berhenti di kantin.

"Hei, Justin. Darimana saja kau?" Tanya Niall.

"Ada urusan sedikit tadi." Aku hanya terdiam saja melihat mereka.

"Kei, duduklah sebelah sini." Justin menyuruhku duduk disebelahnya.

"Apa harus duduk di sebelahmu?" Tanyaku.

"Ya, itu sangat harus!" Katanya lalu menatapku. Aku hanya mendengus saja.

"Kei, kau mau makan apa?" Tanya Justin.

"Aku tidak lapar."

"Tapi kau harus makan." Katanya.

"Tapikan aku..."

"Sudah diam saja!" Katanya lalu pergi dari tempat duduk dan membeli makanan.

"Dasar menjengkelkan!" Geramku kecil.

"Kei..." Panggil Ariana.

"Ya?"

"Malam ini kau harus datang ke rumahku! Karena aku mengadakan party untuk ulang tahunku." Ucap Ariana bahagia.

"Jadi hari ini kau ulang tahun?" Tanyaku.

"Iyaaaa." Jawabnya sambil senyum sumringah.

"Ah, kenapa kau tak bilang daritadi dan kenapa tidak ada yang memberitauku? Ari happy birthday, maafkan aku tak tau hari ini hari ulang tahun mu. Pastinya nanti malam aku akan datang. Tunggu aku disana." Kataku.

"Terima kasih, Kei. Jelas saja aku akan menunggumu disana." Katanya

"Ada apa sih kalian ramai sekali?" Tiba-tiba Justin datang dan membawakan makanan.

"Kenapa kau tak bilang kalau sekarang harinukangbtahun Ariana? Huh?" Tanyaku pada Justin.

"Ya aku kira kau sudah tau." Justin memberikan makanan padaku.

"Mengapa aku di belikan makanan? Aku kan tidak memintanya padamu." Kataku sambil melihat makanan itu, makanan nya sangat menggiurkan tapi aku tidak lapar.

"Salah memangnya aku membelikan pacarku makan?" Tanyanya.

"Huh? Pacar? Sejak kapan kau menjadi pacarku?" Semuanya tertawa dengan kencang.

"Jangan tertawa tidak ada yang lucu." Kataku sambil menatap yang lain.

"Jadi kau selama ini tidak menganggapku sebagau pacarmu? Kau anggap aku apa selama ini?" Justin menatapku lekat.

"Ummm...a-emm-ak... Ah sudah lupakan saja." Kataku lalu kembali menatap kedepan. Kenapa aku menjadi gelagapan seperti tadi? Aku bodoh sekali. Gerutuku sambil memukul kepalaku.

"Ada apa dengan kepalamu? Kenapa kau memukulinya?" Tanya Justin sambil memberikan mukanya yang menyebalkan itu.

"Ah, kau kenapa selalu seperti ini?" Tanyaku lagi.

"Hei, kalian ini bertengkar terus. Sudah makan saja dulu." Ucap Ryan.

"Diam kau Ryan!" Ucapku dan Justin berbarengan.

"Kau tidak usah mengikuti perkataanku." Justin menoleh kepadaku.

"Jelas-jelas kau yang mengikutiku." Aku menatapnya kesal.

Annoying Man ✖️ J.BCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang