HAI HAI HAI AKU KEMBALI UNTUK MELANJUTKAN CERITAKU.
MAAF YA LAMA UPDATENYAAAA
MAKASIH YANG MASIH TERUS BACA
JANGAN LUPA VOTE DULU SEBELUM BACAA
.
.
.
ENJOY GAEZZZZS
.
.
Justin menatap Keira yang sedang berjalan tapi tatapannya dibuang saat Keira sudah duduk di tempatnya.
"Good morning." Ucap dosen yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Morning." Jawab semua murid. Seorang wanita yang akan mengajar B.Inggris.
Jam pelajaran pun di mulai, saat dimana dosen menerangkan sebuat materi Justin sama sekali tidak melihat ke arah dosen melainkan menatap Keira saja. Tapi Keira sangat fokus dengan pelajaran. Sesekali Justin tertangkap basa dengan Keira karena sedang di perhatikan oleh Justin, Keira merasa risih.
--
Saat pelajaran selesai Justin keluar kelas cepat-cepat Keira hanya melihat sikap Justin yang sangat berubah.
"Kei..." Teriak Lexie saat melihat Keira yang sedang berjalan di lorong. "Oh hei Lexie," Lexie menghampiri Keira.
"Aku dengar kau dan Justin sudah...." Ucapannya terhenti sambil melihat Keira yang sedang menarik nafas panjang.
"Sudahlah lupakan itu." Ucap Keira.
KEIRA'S POV
Lexie menghampiriku dan bertanya tentang hubunganku dengannya tapi aku tak mau mendengarkannya lagi karena membuatku teringat saat Jutin berkata seperti kemarin itu hanya membuatku sakit dan ingin mati daja dan tak ada di dunia ini lagi.
"Sudahlah lupakan itu." Aku kembali berjalan dan Lexie mensejajarkan langkahku. Aku menoleh kearahnya yang masih menatapku bingung.
"Apa?" Tanyaku dan Lexie menggelengkan kepalanya. "Hei!!" Ariana datang mengejutkan aku dan juga Lexie yang sedang berjalan.
"Kau selalu saja mengagetkanku." Ucapku dan Ariana hanya menyengir kuda. Aku menggeleng kepala sedikit.
"Ayo kita ke cafetaria aku sangat lapar saat ini." Ucap Ariana sambil mengelus perutnya dan aku hanya mengikuti saja. Aku juga lapar sepertinya cacing di perutku sudah bernyanyi untuk diberikan makan.
Aku, Ariana dan juga Lexie mengambil makanan lalu membawanya ke meja yang kosong. Saat di pertengahan kita makan yang lainnya pun datang termasuk Justin juga berada disana. Aku berdiam dan jadi merasa canggung dengan keadaan ini. Aku menjadi tidak mood untuk makan, aku hanya mengaduk makananku saja.
"Oh oh aku ada cerita tadi di kelasku ada yang tertangkap tertidur di kelas lalu dia di suruh bernyanyi di depan kelas dan suaranya sangat amat membuatku tertawa." Ucap Niall sambil tertawa terbahak-bahak begitupun dengan yang lainnya kecuali aku dan juga Justin. Aku terdiam tak bicara hanya saja aku mengaduk makananku. Sangat malas untuk menatap wajahnya(Justin) itu hanya membuatku teringat dengan kata-katanya yang membuatku terluka. Aku tak mengerti mengapa dia berkata seperti itu padaku. Saat yang lainnya sedang asik berbicara dan tertawa bersama sedangkan aku sibuk dengan tanganku yang mengaduk makananku.
"Aku selesai." Ucapku saat aku menyelesaikan gerakan tanganku di piring makanku dan duduk tegal. Serentak semuanya melihat kearahku.
"Aku pergi duluan ya.." Aku berdiri lalu berjalan dan seseorang memegang tanganku saat aku menoleh ternyata itu Chaz.
"Jangan seperti itu." Ucapnya. Aku menatapnya ragu.
"Maafkan aku." Kataku agak berbisik dengannya lalu tetap berjalan menjauh dari mereka, aku sempat menoleh kebelakang dan aku tak melihat kalau Justin melihat kepergianku. Dia benar-benar sudah tidak peduli denganku. Aku melanjutkan langkahku menuju taman belakang kampus dan berduduk di bangku yang berada tepat di bawah pohon. Aku mengambil ipod dan memakai headset lalu mendengarkan lagu sambil membaca novel yang baru saja kemarin aku baca yang berjudul Paper Town.
KAMU SEDANG MEMBACA
Annoying Man ✖️ J.B
Fanfiction[SEBAGIAN CERITA HANYA UNTUK FOLLOWERS] Keira Knightley adalah seorang gadis yang baru memasuki sekolah barunya, ia pindahan dari sydney dan sekarang ia tinggal di Newyork. Saat hari pertama nya masuk sekolah baru, ia merasa hari itu adalah hari sia...
