6. First love?

131 13 0
                                        

"Erza, bisa ikut sama ibu sebentar?," Guru Matematika bernama bu Ayu memanggil Erza dari pintu kelas saat sedang istirahat, Erza pun menuruti dan mengikuti bu Ayu dari belakang

"Begini nak...., grup olimpiade matematika kekurangan satu orang buat hari kamis depan, ya.. satu minggu lagi olimpiade nya, berhubung kamu juga nilai nya bagus di matematika, gimana kalau kamu ikut olimpiade?." Bu Ayu menjelaskan panjang lebar di ruang guru yang agak sepi

"Baik bu, saya ikut," jawab Erza setelah memahami perkataan bu Ayu

"Iya ibu udah ngira pasti kamu nol-- Hah?! beneran nak? kamu ikut ya?, anggota nya semuanya kelas 11, dan satu perempuan kelas 10 Ipa-1, jadi kamu ada temannya juga, gausah takut ya," Bu Ayu menampilkan senyum yang cerah kepada Erza

Erza hanya mengangguk untuk menanggapi bu Ayu

"Oh iya, buat referensi nya kamu bisa liat liat di perpus ya.. soal-soalnya ada banyak dan lengkap, udah segitu aja.. latihan yang banyak ya, nanti sepulang sekolah kumpul dulu di perpustakaan, sekalian perkenalan ke yang lain," ucap Bu Ayu, dan lagi-lagi Erza hanya mengangguk

"Yasudah bu saya permisi ya bu..," Erza kemudian keluar dari ruang guru sambil berpikir

'Ke perpus sekarang aja kali ya?' batin Erza

Setelah berpikir beberapa menit, Erza memutuskan untuk pergi ke perpustakaan karena jam istirahat masih lama berakhir.

Sementara itu, Amanda terlihat seperti anak teladan yang sering sekali masuk ke perpustakaan dan berdiam diri di perpustakaan

"Eh nak Amanda.., mau baca komik atau novel romantis lagi?," tanya guru perpustakaan yang sudah mengetahui rutinitas Amanda saat jam istirahat yang selalu memasuki Perpustakaan

"Hehhee yang kemarin aja bu..," jawab Amanda, lalu menerima buku berjudul FIRST LOVE, Amanda sendiri baru membaca sebagian dari cerita novel yang dipinjamnya.

Amanda kemudian pergi ke tengah-tengah tempat duduk yang dekat dengan AC dan mulai membaca novel yang membuat dia senyum senyum sendiri kemarin.

Erza memasuki perpustakaan dengan aura positif yang dimilikinya dan membuat guru perpustakaan terpesona melihatnya.

'Malaikat dari mana nih?!' batin guru perpustakaan

Erza langsung menuju rak khusus yang berisi buku-buku soal olimpiade, dan membawa 3 buku ke meja di sebelah Amanda, lebih tepatnya di dua kursi sebelah Amanda karena Erza sering memberi jarak dengan orang lain.

Amanda yang asik membaca adegan romantis bahkan tidak tahu ada orang lain masuk selain dirinya.

Saking gemasnya saat membaca, Amanda menggerakkan kakinya dan kadang kadang terkekeh, sesekali Erza yang mendengarnya menoleh ke orang di sebelahnya, Sampai di suatu saat Erza sangat merasa terganggu dan beranjak dari kursinya lalu menuju ke belakang Amanda dan menggebrak pelan di meja tempat Amanda membaca

posisi Erza berada tepat dibelakang Amanda dan sedikit menyamping.

Amanda yang terkejut melihat tangan menggebrak meja nya, kemudian menoleh ke belakang dan melihat Erza yang menatap dingin pada Amanda. Auranya berubah seperti malaikat kematian.

"Erza lagi baca juga?" tanya Amanda tanpa merasa bersalah, Erza yang sudah kesal, memutar bola matanya sambil menghela napas.

"Iya gue lagi baca! dan lo ganggu kegiatan gue karena suara dari kaki dan mulut lo!" ucap Erza yang menggertakkan giginya tanda bahwa ia marah, Amanda yang melihat wajah Erza kemudian menelan ludahnya karena gugup setengah mati.

"Maaf.. gue bakal berhenti deh nih, hup" Amanda lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Erza tetap melihat sinis ke arah Amanda dengan tatapan tidak percaya, tapi akhirnya Erza kembali ke tempatnya dan Amanda juga membaca novel dengan tenang, Erza tidak sengaja melihat novel yang sedang Amanda baca dengan serius.

ERZA CHAIDEN [uncontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang