7. Usaha buat PDKT

108 10 2
                                        

Malam yang sunyi menyelimuti Amanda yang sedang bimbang di kamarnya untuk mengirim pesan pada Erza atau tidak.

"Tapi kan udah punya nomernya, jadi chat aja deh." Amanda kemudian membuka ponsel nya dan menambahkan nomor Erza ke dalam kontaknya dengan nama 'Erza 💓💘❤' ,  juga kontak Ihsan dengan nama 'ihsan'

Amanda kemudian membuka whutsapp dan mencari nama Erza untuk membuka ruang obrolan.

"Chat apaan ya..?" ucap Amanda setelah membuka kontak Erza yang tidak sama sekali memakai foto profil.

"Hmm... halo selamat malam," ucap Amanda sambil mengetik, tapi sedetik kemudian dihapus lagi karena terasa terlalu formal.

"Halo Erza ini Amanda," lagi-lagi Amanda menghapusnya setelah selesai mengetik.

"Aaah bingung!" Amanda melemparkan Hp miliknya ke kasur dan tanpa disengaja menekan fitur telepon ke nomornya Erza.

Erza yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya mendengar ponselnya berbunyi,

"Halo."

Amanda terkejut setengah mati, apa yang dia lakukan sebenarnya, dan darimana asal suara itu?.

"Halo.., siapa ya?" tanya Erza sambil melihat nomor yang tidak diketahui dan tidak tersimpan di ponselnya.

'Kok kayak suaranya Erza si' batin Amanda setelah melihat ponselnya di kasur

"Masa gue nge call Erza?! gila! Amanda gila! aduh gimana nih," ucap Amanda sambil mengambil hp dengan sedikit panik apalagi saat melihat ponselnya yang sedang berteleponan dengan Erza.

"Ha-halo Erza ini Amanda," ucap Amanda setelah beberapa detik diam sambil tergagap.

Erza yang mendengar jawaban dari orang yang meneleponnya malam-malam kemudian bingung dan sedikit risih.

"Dapet nomer gue darimana?" tanya Erza ketus.

"Dari Ihsan hehehehe." Jawab Amanda cepat .

Erza mengehela napasnya karena ia sudah tau bahwa Ihsan pasti yang memberi nomornya pada Amanda karena sebelumnya menanyakan Amanda terus menerus dan mendesak supaya Erza suka pada Amanda.

"Simpen ya za," lanjut Amanda sebelum Erza mematikan telepon.

"Halo? halo?!" Amanda merasa ponselnya kosong dan tidak mendengar jawaban apapun, lalu mengecek dan ternyata dimatikan oleh Erza.

"Yaelah.. dimatiin," ucap Amanda kecewa

"Gapapa deh! besok bawain kue ah buat Erza, mari bikin kue!" Amanda lalu keluar dari kamarnya dan mencari tau resep kue cookies coklat di Google.

Sedangkan Erza hanya mendiamkan ponselnya dan tidak ada niatan menyimpan nomor yang baru saja meneleponnya, Erza hanya kembali ke meja belajarnya dan mempelajari Matematika untuk olimpiade.

Amanda mengeluarkan bahan-bahan dan alat untuk membuat cookies di dapur sambil memakai celemek berwarna biru dongker, kemudian Amanda mulai membuat adonan mengikuti tutorial yang ia tonton.

"Ooh sampe gitu, oke." Amanda sangat bersemangat

Cintya keluar dari kamarnya dan melihat Amanda yang sibuk di dapur malam-malam begini

"Malem-malem lagi ngapain?" tanya Ibunda Amanda saat melihat punggung Amanda membelakanginya, Amanda berbalik dan memperlihatkan Adonan buatannya sambil tersenyum bangga.

"Bikin kue Bu," jawab Amanda

Ibunya yang mendengar jawaban Anaknya hanya mengangguk-anguk

"Mau Ibu bantuin gak?" tanya ibu Amanda sebelum kembali ke kamarnya, tapi Amanda dengan cepat menjawab,

ERZA CHAIDEN [uncontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang