9. Kepikiran

96 8 0
                                        

"Manda!, sakit lo?" pagi-pagi sekali Windy melihat Amanda datang ke sekolah dengan wajah pucat dan berjalan lemas memakai outer.

"Eh.. enggak kemaren gue begadang ngerjain tugas," jawab Amanda.

"Widih tumben.. biasanya minta fotoin jawaban gue juga... kenapa maksain diri sih Manda yaampun.."

"Yah... karena tekanan hati jadi pengen ngerjain sendiri aja,"

"Ih... lagi datang bulan ya lo?"

Amanda mengangguk menanggapi pertanyaan Windy, kemarin sudah waktunya Amanda haid bulan ini, emosi Amanda biasanya sering berubah saat datang bulan.

"Duh jadi pengen denger suara Erza"

"Masih pagi loh Amanda..." lalu Windy merangkul Amanda dan pergi bersama ke kelas.

Sementara itu...

Grup olimpiade matematika sedang berkumpul karena sebentar lagi berangkat ke Bandung, tempat olimpiade matematika se-provinsi diadakan.

"Erza masih belum dateng?" tanya bu Ayu setelah memeriksa jumlah anak anak yang berkumpul dihadapannya

"Iya bu, tapi masih ada waktu 15 menit lagi sih bu..," jawab Hiro, kakak kelas playboy yang suka bermain Futsal, tapi tentu saja otaknya bagus karena dia anggota olimpiade, sebenarnya dia hanya cadangan saja, takutnya Reza sakit dan tidak bisa ikut atau anggota lain berhalangan hadir, dia akan menggantikan orang itu.

Setelah 7 menit berlalu, Erza datang dengan tergesa-gesa,

"Maaf... saya terlambat ya?"

"Iya.., tapi gapapa bus nya belum dateng, masih ada 3 menit," ujar Bu Ayu.

"Bu.. saya boleh ke kantin dulu ngga bu? mau beli air." Erza meminta izin pada bu Ayu, bu Ayu memeriksa jamnya sebentar sebelum memperbolehkan permintaan Erza

"Jangan lama-lama ya"

"Siap bu."

Erza berlari menuju kantin dan segera mengambil satu botol air mineral, dan membayarnya pada ibu kantin, tapi saat membayar, Erza melihat Amanda yang lesu sedang membeli permen, begitu juga Amanda tidak sengaja melihat Erza sedang membayar air mineral di kantin.

"Halo!" sapa Amanda sambil melambai-lambaikan tangannya pada Erza, tapi Erza hanya mengabaikan Amanda, dan segera kembali ke tempat awal berkumpul.

"Ish.. sombongnya," gumam Amanda.

Tentu saja, Amanda menyusul Erza, untuk memberi roti dan permen yang baru saja ia beli

"Erza, tunggu!" Amanda memegang lengan Erza untuk menghentikan Erza.

"Nih, gak usah dibalikin!" Amanda menyerahkan belanjaannya ke tangan Erza.

"Lo sakit?" Erza melihat bibir Amanda yang pucat, tidak seperti biasanya, dan juga cara bicara Amanda berbeda, ya tentu saja tidak dengan sikap Amanda yang sama seperti biasanya.

"Engga ini.. biasalah lagi datang bulan..." jawab Amanda

"Oh iya ini permen, buat Erza juga deh biar semangat lomba nya"

"Gak usah, gak suka permen," tolak Erza, saat itu Erza tidak sengaja menyentuh tangan Amanda, suhu tangan Amanda terasa panas

Erza kemudian menaruh telapak tangannya di kening Amanda lalu ke kening miliknya.

"Lo sakit." ucap Erza dengan tatapan khawatir, dan saat itu juga kram perut datang pada Amanda.

"Gue tanya beneran, Lo gapapa?"

ERZA CHAIDEN [uncontinued]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang