22. Cemburu.

61 5 0
                                        

Amanda baru saja turun dari motor Erza, malam itu sangat sunyi karena perumahan Amanda diisi dengan orang-orang yang sangat sibuk dengan kehidupannya. Erza kemudian melepaskan helm dari kepala Amanda dengan lembut.

"Besok aku jemput ya." Ucap Erza sambil merapihkan rambut Amanda yang sedikit berantakan.

"Besok kan minggu?" Tanya Amanda bingung. Erza kemudian turun dari motornya sambil menghela napas melihat Amanda sama sekali tidak peka dengan ajakannya.

"Sekalian gue mau langsung latihan." Balas Erza yang sekarang sedang berdiri di hadapan Amanda. Amanda mengernyitkan dahinya, ragu mendengar jawaban Erza.

"Latihan Taekwondo dari pagi?" Tanya Amanda memastikan, Lalu Erza tiba-tiba menaikan ujung bibirnya sedikit.

"Latihan jadi pacar yang baik." Ucap Erza sambil tertawa setelah menggoda Amanda. Amanda sedikit berdebar mendengar ucapan Erza tadi, dan berusaha menutupi wajahnya karena pipinya berubah warna menjadi kemerahan, "Manda gak tau ternyata Erza suka gombal kayak gini." Ucap Amanda.

"Besok anggap aja kita lagi first date." Ucap Erza.

"Oooh Erza ngajak Amanda ngedate?!" Amanda mendadak kegirangan, wajahnya menampilkan senyuman terbuka dengan gigi berderet rapih milik Amanda.

"Terus Saya ngajak siapa lagi kalau bukan Anda, Zheffira Amanda?"

"Lagian Erza ngajak pacarannya tiba-tiba banget, kayak ngajak main layangan." Gurau Amanda.

Erza tiba-tiba teringat kalau dia mempunyai sesuatu yang harus diberikan kepada Amanda, "Oh iya."  Lalu, Erza mengambil sesuatu dari saku di jaketnya.

"Buka nya di dalem aja." Ucap Erza setelah memberikan hadiah darinya kepada Amanda. Tak lama setelah mendapatkan hadiahnya, Amanda terkekeh memikirkan betapa drastisnya perubahan sikap Erza.

"Padahal dulu Erza bilangnya gak akan suka sama Manda." Amanda

"Iya kenapa ya Gue kok malah suka, ya udah putus aja dulu deh, kalo udah tau alesannya kita pacaran lagi." Amanda terkejut mendengar Erza yang baru saja bicara tanpa menyaring kalimatnya. Itu membuat Amanda jadi sedikit kesal.

"Ya udah sana pulang, ngapain MANTAN PACAR ada disini malem-malem?" Amanda menekankan kata bercetak tebal dengan wajah marah.

"Ngambek?" Tanya Erza sambil menyelipkan rambut Amanda ke telinga Amanda.

"Erza gak serius ya?" Balas Amanda bertanya balik.

"Bercanda Amanda..., aku suka kamu apa adanya." Ucap Erza sambil mengacak-acak pucuk kepala Amanda.

"Sebelumnya aku emang gak waras aja cuekin cewek setengah bidadari kayak kamu." Erza melanjutkan ucapannya sambil menyisipkan beberapa anak rambut milik Amanda ke belakang daun telinga Amanda.

"Erza lebay banget, tapi Manda suka." Sekarang giliran Amanda yang berusaha menepuk-nepuk lembut pucuk kepala Erza dengan tangannya yang agak pendek. Erza sedikit terkejut tapi ia langsung menundukkan posturnya supaya Amanda lebih leluasa menepuk-nepuk kepalanya.

"Besok jangan terlalu pagi ya Erza, Manda dandannya satu jam." Sudah hampir tiga puluh menit mereka berdiri dan mengobrol tapi keduanya sama-sama tidak ingin berpisah rasanya.

Amanda menggenggam dan mengayun-ayunkan tangan Erza karena tidak mau pergi, "Udah sana masuk." Ucap Erza pada Amanda, tangannya akhirnya dilepaskan oleh Amanda walaupun Amanda menjadi agak cemberut setelahnya.

"Iya deh." Kemudian, Amanda berlari kecil menuju pintu rumahnya, tapi setelah 10 langkah dia berhenti lalu berbalik badan melihat Erza yang masih berdiri di depan gerbang yang baru saja ia tutup.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 01, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ERZA CHAIDEN [uncontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang