8. Perjuangan Amanda

110 8 0
                                        

"Ibu kenapa ga bangunin gue sih?! jadi telaat kan harus lari-lari mana sekarang hari jumat lagi , yang jaga kan pak botak! ah sial banget." Amanda berlari dengan rambut yang setengah berantakan sambil sesekali melihat jam tangannya.

"Hey! kamu anak muda, Sini!" sayang sekali saat Amanda mau menyelinap, dia tertangkap basah oleh pak botak(Pak Jamal) yang matanya secepat Elang.

Amanda dengan berat hati berjalan mendekati pak Botak,

"Hehehe... pak makin ganteng aja pak, rajin pake skincare ya sekarang pak?" Amanda

Pak botak tersipu, "ahaha bisa aja kamu, iya nih sering skincare bareng anak saya, anak saya tuh aduh cantik nya udah kayak bidadari"

"Kenalin sama saya aja pak, biar bidadari ketemunya sama bidadari"

"Kebetulan anak saya ini susah punya teman, namanya Tiara indyana kelas 10 Ipa 1, mukanya cantik banget pake kacamata," pak botak membanggakan Anak kesayangannya

'bau-baunya gajadi dihukum nih ahay' batin Amanda.

Tapi dengan secepat kilat, ekspresi pak Botak berubah dan menatap tajam Amanda.

"Temenannya nanti! sekarang kamu terlambat! Lihat, udah jam segini! karena bapak lagi senang.., kamu bapak kasih hukuman!" ucap pak botak

"Yah... kan bapak yang ngajak saya ngobrol." Amanda menampilkan wajah cemberut,

"Siapa yang ngajak ngobrol? kamu atau saya?" bantah pak Botak

"Ya.. saya sih tap--"

"Nah kan! diam! kamu kesana bersihin tuh lapangan yang penuh sampah sama daun, sampe jam istirahat pertama gaboleh masuk kelas, mengerti?!"

"Iya pak.. kalau begitu saya permisi ya pak..." pak botak kemudian mengganti ekspresinya lagi, agak menakutkan.

"Jangan lupa ajak anak saya ngobrol!!" ucap pak botak sambil tersenyum memikirkan Anaknya.

'Ck.. bisa-bisa nya dapet hukuman lagi'

Amanda menyapu lapangan yang penuh dengan sapu lidi sambil bernyanyi kecil.

"Yah.. paling nanti dimarahin ibu lagi," gumam Amanda.

setelah 2 menit menyapu dan mengumpulkan dedaunan, Amanda duduk di sekitar lapangan untuk minum, tapi datang seorang cowok sambil membawa sapu lidi juga, mendekati lapangan.

"Bukan gue doang yang terlambat ternyata," ucap Amanda saat melihat kaki mendekat ke arahnya.

"Eh Erza dihukum juga... tumben?" Amanda melihat wajah Erza di hadapannya dan berusaha menahan tawa nya

'Hahahahahha, gue lebih mending dari ni cowok datengnya' batin Amand

"Gak usah berisik" Erza meninggalkan Amanda dan mulai mengerjakan hukumannya.

Amanda tertawa melihat Erza yang kaku saat menyapu lalu mendekati Erza,

"Itu udah gue kumpulin, tinggal lo sodok aja terus buang ke tempat sampah"

Erza menoleh pada Amanda, "Iya tau," ucapnya.

"Tinggal bagian lo ya, gue udah kerja selama... 30 menitan," lanjut Amanda sambil membelakangi Erza

'Lima belas menit maksudnya' batin Amanda

Amanda hanya duduk di pinggir lapang sambil membaca buku catatan matematika nya, padahal ngerti aja enggak, sesekali Amanda mengintip Erza yang sedang menyapu.

"Waktu dihukum aja tetep cakep, dasar orang ganteng" gumam Amanda sambil menatap Erza dibalik buku catatan yang setengah menghalangi wajahnya.

Tidak lama kemudian, Erza menyelesaikan hukumannya dan duduk disamping Amanda.

ERZA CHAIDEN [uncontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang