Soobin terlihat sedang menempelkan es batu dipipinya.
"Aku minta pertanggung jawaban--"
"Hyung sudah membuat tanda merah berbentuk tangan di wajahku"
Yeonjun menatap soobin nyalang "Itu salahmu sendiri !!!"
"Kenapa terlihat seperti orang mesum ?? Kan sudah kubilang untuk tidak mendekat"
"Tuan dokter masokis ihh-- udahh ku pukul berkali kali juga tetep bersikukuh keras kepalaa !!" bantahnya.
"Tapi ini memerah---" Soobin menunjukkan cetakan tangan yeonjun dipipinya.
"Bagus dong !! aku suka warna merah~" balas yeonjun lalu menyentuh bekas tamparan dipipi soobin.
Soobin langsung meringis, Ughh sudah tau sakit kenapa dipegang ??!!
"Sshhh hyung-- Ini sakit, kenapa harus dipegang ?? Aku tidak mau tau, pokoknya hyung harus tanggung jawab"
"Ck, iya iyaa !! memang apa yang harus aku lakukan ?? Dokter tampan berwajah merah !!" Sindir yeonjun.
Soobin tersenyum "Cukup jawab pertanyaanku"
". . . ." Yeonjun menatapnya datar--
"Membosankann, tiap hari seperti ini !!apa itu yang hanya bisa kau lakukan ?? Bertanya dan bertanya ??"
Soobin mengangguk ". . . ."
"Okey finee !! karena aku telah memukulmu-- Maka sebagai pria sejati yang bertanggung jawab, aku akan membalas pertanyaanmu~"
Soobin lansung tersedak air liurnya sendiri.
"Hahaa, pria sejati bertanggung jawab konon~" batinnya sedikit menertawakan perkataan yeonjun tadi--
"Sebenarnya, aku hanya penasaran-- Atas dasar apa hyung bisa melakukan hal seperti itu ??"
Yeonjun menyergit "Hal seperti itu apa nya !!?? Ngomong itu yang betul !!"
"Pe, pembunuhan maksudku--" desis soobin menahan kesal.
Urghh, yeonjun langsung memijit dahinya frustasi.
"Yang benarsaja !!?? Kau tidak bosan !!?? Tangguh sekali sih ?? Apa otak super duper kepo mu akan puas jika aku menjawab nya ??"
Soobin menganggukkan kepalanya-- Menatap muka serius namja berwatak kelinci serigala itu, yeonjun pun menghela nafas.
"Hei, apa kita tidak bisa keluar dari ruangan ini seperti hari itu ?? Aku bosan~" ujar yeonjun berbasa basi, sengaja mengubah topik pembicaraan.
Soobin menggeleng "Maaf hyung, tapi untuk hari ini tidak bisa-- Mungkin jika waktunya sudah pass, aku bisa membawa hyung jalan keluar lagi"
"Kenapa ??" tanya yeonjun menatap soobin antusias-- Melihat itu soobin menghelakan nafas, dan menatap yeonjun dengan datar.
"Jangan coba coba mengalihkan pembicaraan-- Jika semuanya sudah berjalan lancar, aku janji akan membawa hyung keluar lagi"
Yeonjun mendengus pasrah "Baiklahh--"
"Akan kubuat rasa kepo dan penasaranmu itu terpuaskan" sindir yeonjun.
"Dengar, aku memang melakukan nya-- Yaa, aku memang sudah melakukan semuanya, tapi-- Untuk alasan nya, dan kenapa--"
"Hmm, aku sebenarnya tidak tau-- Tidak jelas juga sih, terkadang aku melakukannya tanpa ada alasan~"
"Bisa dibilang, dari kecil aku sudah terbiasa-- Maybe (?)"
Mendengar itu, soobin menyergit.
Tunggu dulu--
KAMU SEDANG MEMBACA
Criminal Psycho
FanfictionHe sweet but a psycho But mama im in love with a criminal mama plz dont cry i will be alright all reason aside i just cant deny "I love this guy" Semuanya terdengar mustahil Choi Soobin dokter psikolog muda ini tak pernah menyangka bisa masuk di keh...
