chapter 12

1.4K 143 12
                                    

waktu bergulir tak terasa, sudah hampir 3 bulan kaleyma berada di kediaman keluarga mahendra. kondisinya dan mama mertuanya masih sama saja, pandangan penuh kebencian semakin hari semakin nyata pada mata mengintimidasi milik najma. perempuan itu mampu bertahan bukan karena memang keinginannya, melainkan larangan ayah mertuanya untuk kembali ke desa, belum lagi gentaru yang selalu menjadikan keselamatan tsurayya sebagai alasan utama. membicarakan tentang alexa, yaa perempuan itu akan menjadi istri sah gentaru 2 bulan dari sekarang. sikap hangat yang perempuan cantik itu sandang juga entah lenyap kemana, pandangannya semakin hari semakin mirip milik najma,mama mertuanya atau lebih tepatnya calon mantan mama mertua.

tak jarang kaleyma melihat keakraban sekaligus keintiman calon pasangan baru tersebut. hampir setiap hari alexa berkunjung tanpa makna yang jelas, perempuan itu hanya ingin selalu dekat dengan calon suaminya. dan lebih parahnya, gentaru tak pernah bisa menolak. seharusnya kaleyma sebagai wanita yang masih menyandang status istri sah nya berhak marah atas perilaku memalukan suaminya, namun perempuan sebaik dia memilih hanya diam dan menerima,bahkan ia tak pernah sekalipun menyinggung hubungan suaminya dan alexa meski hati seperti mati rasa menahan cemburu yang amat membabi buta. wajar bukan? gentaru lah satu satunya laki laki di dunia yang mampu membuatnya jatuh cinta, meski tinggal selama 3 bulan terakhir di kediaman mahendra membuatnya paham betul jika cinta suaminya begitu besar untuk alexa. namun kaleyma tak pernah mampu untuk mengurangi rasa nya, ia akui ia terlalu bodoh dalam urusan asmara rumah tangganya. senyum mengejek najma setiap menyaksikan kaleyma melihat kedekatan genta dan alexa sudah menjadi asupan permanen hampir setiap harinya tapi kaleyma cukup sabar dengan ini semua, demi detik detik terakhir bersama suaminya. lagi pula masih ada joviar mahendra yang seakan akan selalu menopang dirinya, kata penyemangat dan wejangan selalu laki laki paruh baya itu berikan untuk kaleyma, joviar hanya belum bertindak dan melancarkan segenap rencana mulianya, mungkin laki laki yang kaleyma anggap sebagai ayah sendiri itu masih sibuk menonton dan meikmati drama yang dibuat oleh putra nya.

"loh kal,belum tidur?" tanya gentaru ketika lakilaki itu memasuki kamar kaleyma.

"belum mas. mas genta juga kok baru selesai?"

"iya. tadi alexa cerita banyak soal pekerjaannya. dia juga gembira banget waktu cerita soal bidang baru yang ia geluti." jawab enteng lelaki itu sembari membuka ikatan dasi yang masih menempel sejak pulang kerja sore tadi.

" alexa tipe cewe idaman banget ya mas?" bukan malah menjawab, gentaru malah dibuat tertawa oleh pertanyaan istrinya kali ini.

"loh kok malah ketawa mas?"

"leyma leyma,, tau apa kamu soal tipe idaman? hmm?, idaman orang itu beda beda sayang. kalo aku nanya ke kamu, tipe cowo idaman kamu yang kaya gimana kamu pasti jawab nya aku tapi bukan yang sifatnya kaya aku." terang genta sembari tertawa, perempuan dihadapannya memang kadang bisa menjadi begitu polos dan menggemaskan.

"ya kan mas genta suami aku. yaa jelas cowo idaman aku cuman mas genta doang."

"padahal cowo yang lebih baik dari aku banyak loh yaaaa,, tapi kayanya dimata sama hati kamu cuman ada aku doang deh." jawabnya percaya diri, berniat menggoda istri namun yang genta dapatkan bukan sebuah cubitan manja dan malu malu seperti layaknya respon kebanyakan wanita, kaleyma malah tersenyum seakan iya mengiyakan ucapan suaminya dan berhasil membuat gentaru terbahak sekaligus bahagia.

"mas,,jangan ketawa terus. takut rayya kebangun."

"oh iyaa maaf maaf."

sempat hening sebentar ketika lelaki itu beranjak untuk berganti pakaian yang lebih santai, lalu langsung merebahkan diri disamping kaleyma. dua minggu terakhir, gentaru lebih mudah jika ingin memeluk atau berdekatan dengan istrinya karena tsurayya sudah ia belikan toddler bayi agar gadis kecil itu kelak terbiasa tidur sendiri.

ketika kaleyma hendak memejamkan mata, panggilan pelan gentaru menyapu indra pendengarannya, membuat perempuan cantik itu berbalik menghadap suaminya. lalu disusul pertanyaan ringan yang bahkan tak pernah perempuan itu fikirkan.

"kal, apa rencana mu untuk kedepannya?"

"leyma.....tidak tahu mas." jika boleh jujur, tentu ia ingin selalu bersama gentaru, membangun keluarga bahagia dan mempunyai banyak anak seperti dulu yang lelaki itu ucapkan di kehamilan pertama kaleyma. alih alih mengingatnya, gentaru saja lupa perihal menjemput istrinya didesa.

"kal, mau bagaimanapun juga, kamu harus punya rencana untuk kamu dan rayya kedepannya. kamu berhak mendapatkan lelaki yang lebih baik, yang mampu menjaga kamu selama hidunya dan yang menerima kamu apa adanya. aku yakin untuk perempuan yang begitu baik seperti kamu, mendambakan lelaki yang baik juga tak akan menjadi hal yang sulit."

"emm,,iya mas. sebenarnya leyma ga ada rencana kaya gitu, pengennya ngurus rayya sendiri aja, ditemeni bulek arumi juga udah cukup. tapi setelah dipikir pikir, mas genta ada benernya, rayya pasti butuh sosok lelaki yang akan dipanggil ayah dan sanggup menemani selama pertumbuhannya nyampe rayya dewasa. mungkin leyma akan mempertimbangkan mas dimas kembali."

jawaban sederhana namun cukup menampar.

genta diam sejenak, atau lebih tepatnya lelaki itu tak mampu menjawab. entah mengapa dengan perasaannya, ia merasa sesak dan mungkin sedikit cemburu dengan nama yang istrinya sebut dalam sepenggal rencana yang akan kaleyma cipta. mengapa harus lelaki itu lagi?

"kenapa harus dia kal?! banyak laki laki yang lebih baik dari dimas dimas itu."

"kaleyma ga pengen yang muluk muluk mas,, mas dimas udah lebih dari cukup." jawabnya enteng sembari tersenyum manis, meski sekarang perempuan itu ingin menangis sejadi jadinya. pertanyaan yang suaminya lontarkan seakan akan memberi kode jika memang mereka tak seharusnya berjuang dalam jalan yang sama. 

tak sadar jika jawaban terakhirnya membuat gentaru kelimpungan, lelaki tampan itu tak bisa ikhlas dengan jawaban final. entah dorongan dari mana, tanpa disangka genta beranjak kilat mencium kaleyma tiba tiba, begitu mendesak dan tak sabaran. begitu labil bukan? ia kalah oleh jawaban dari pertanyaan yang ia buat sendiri untuk istrinya. rontaan kaleyma sama sekali tak ia pedulikan, tangan perempuan itu ia tahan kuat kuat tanpa sadar. hingga teriakan keras kaleyma menampar indra pendengaran lalu disusul teriakan perempuan dari arah pintu kamar yang terdengar begitu kesetanan dan setelahnya suara tangisan rayya memenuhi seisi ruangan. genta terkejut ketika ia kembali sadar sudah dalam keadaan menciumi perut istrinya lalu sedetik kemudian ada tangan lain yang menyeret kaleyma menjauh dengan amat kasar.

"jalang memang kamu kaleyma, aku harus lakukan apa supaya kamu berhenti menggoda calon suami orang, wanita sialan memang kamu!!!" suara najma begitu menggelegar, terdengar memusingkan karena bersamaan suara tangis rayya yang tak kalah kerasnya.

"ma...ampun ma, rambut kaleyma sakit"

"ma udah ma genta mohon,,ini salah genta ma, tadi genta yang kelepasan." ucap lelaki itu lembut sembari membantu melepaskan jambakan najma. kegaduhan yang mereka sebabkan mampu membangunkan seluruh penghuni rumah megah itu, namun tak ada satupun yang berani ikut campur. belum lagi genta harus menyelesaikan seorang diri karena sang ayah sedang pergi ke luar negeri.

"bela terus genta!! mama yakin kamu ga bakal kaya gitu kalo ga digoda sama wanita murahan ini!! mama izinin kamu tidur sini untuk anak kamu bukan untuk dia genta....mama mohon,,turuti mama untuk kali ini nak. pulangkan dia..." ucapnya melembut, air matanya menyapu pipi yang sudah mulai keriput. lelaki itu tak tega melihat perempuan yang telah membesarkannya menangis karena kesalahannya, namun disatu sisi, ia juga tak tega menyaksikan perempuan cantik yang tengah menangis sesenggukan sembari menimang buah hatinya agar kembali terlelap seperti semula.

lelaki itu hanya mengangguk lalu memeluk ibundanya untuk menenangkan wanita paruh baya yang mulai tersedu sedu itu, ia tuntun pelan najma menuju kamarnya dan menutup pelan kamar kaleyma tanpa meminta maaf pada wanitanya.

"yang penting sekarang mama tidur dulu yaa, genta temani sampai papa kembali. genta akan pertimbangkan lagi mengenai memulangkan kaleyma."

"mama yakin nak, kamu pasti akan melepas sesuatu yang memang seharusnya bukan menjadi milikmu meski itu hakmu." lalu hanya dibalas anggukan oleh putranya.




ALHAMDULILLAH AKHIRNYAA BISA UP GUYSS,,JANGAN LUPA VOTE AND COMENT YA GUYSS. BOLE GAK SI KALI INI AKU BERHARAP NYAMPE 150 VOTE BARU UP......SAMA COMENT YANG BANYAK YAAA

LUV U

KaleymaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang