21. Chapter 21 : Hari yang membingungkan bagi Jordan

55 6 3
                                        

HAIHAIHAI GAISS!! APAKABAR? ❤
semoogaa kalian baik baik aja yaa hihiiii.

semoga kalian suka sama part inii hehewww ❤❤😉😉

jangan lupa vote and comment yaa makasiiiii 😄😄❤❤

SONG:

🎶 Patung Batu - HIVI! 🎶

dengerin yaa, lagunyaa enak banget hihi. kalian dengerin sambik bacaa yaaa. semoga kalian suka sama lagu yang ada di playlist aku!! 😉❤

happy reading!

●●●

"Naruto mati Nat"

Natasya cengo seketika. Tunggu, jadi Jordan nangis karena naruto mati? Sungguh menyebalkan sekali.

"Anjing lo" Umpat Natasya.

"Nat seriusan, naruto mati" Ucap Jordan tetap menangis.

Natasya memutarkan bola matanya "Bodoamat Jordan bodo" Ucap Natasya jengkel.

Sedangkan Jordan mengerucutkan bibirnya karena Natasya yang jengkel kepadanya.

"Dah, gue mau pulang bye" Pamit Natasya.

"Nat, mau gue anterin gaa??" Tanyan Jordan dengan puppy eyesnya.

"Engga, gue bisa naik taksi gue minta ongkos aja" Ucap Natasya sambil menyodorkan tangannya kepada Jordan.

"Gue gada duit ayo ama gue aja" Ucap Jordan sambil mendorong pelan Natasya ke arah pintu rumahnya.

"Dan apaansi lo anjir dorong dorong gue!" Ucap Natasya agak kencang.

Jordan menghiraukan ucapan Natasya. Ia tetap mendorong Natasya hingga akhirnya mereka berdua sampai di pintu rumah Jordan.

"Gue bisa jalan sendiri setan" Ucap Natasya.

"Oke, ikut gue ke depan" Suruh Jordan. Natasya tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Akhirnya, Natasya pasrah dan mengikuti perintah sang pemilik rumah.

"Pakee" Ucap Jordan menyuruh Natasya memakai helmet pemberiannya. Natasya tidak mengatakan apapun dan segera memakai helmet pemberian Jordan.

"Naik Natasaaa letsgo!" Ucap Jordan.

"Bacot anjeeng" Ucap Natasya menirukan suara Chenle - NCT Dream.

Jordan tertawa kecil mendengar umpatan Natasya. Sungguh, kalau Natasya mengumpat itu sangat menggemaskan dimata Jordan. Jordan sudah bucin gais, maklumin saja ya.

Setelah Natasya menaiki motor Jordan, Jordan segera melajukan motornya dengan kecepatan yang diatas rata-rata. Hal itu, membuat Natasya refleks memeluk pinggang Jordan dengan erat. Jordan yang menyadari hal itu tersenyum salting tanpa diketahui Natasya. Natasya tidak melepaskan pelukan tersebut. Natasya malah mengeratkan pelukan tersebut. Jordan yang merasakan itu bertambah salting karena Natasya. Berusaha Jordan menetralkan wajahnya. Tetapi, tidak bisa. Sungguh, sekarang Jordan sangat salting.

Setelah beberapa menit dalam perjalanan. Akhirnya, Mereka berdua sampai di area rumah Natasya. Natasya tidak menyadari hal itu. Karena Natasya sedari tadi tidur di pundak Jordan. Jordan yang ingin membangunkan Natasya pun diurungkan. Karena wajah Natasya sekarang sangat damai di banding dengan Natasya yang sedang marah-marah. Jujur, Jordan menyukai raut damai itu.

"Gak tega kan gue nat" Ucap Jordan dengan pelan.

Karena tidak tega. Jordan memutuskan untuk menggendong Natasya ke rumahnya. Sebenarnya, Jordan agak takut, karena pasti sekarang Chiko sudah ada dirumah. Jordan harap Nindia lah yang akan membukakan pintunya.

NATASYAJORDAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang