hai, halo annyeong bestieeee!
sumpah ya jujur gue ngetik chapter ini bener bener seriusssss beeettt, hehehe au knp yeah 😁😁
biasa, yuk mulmed yuk.
song :
🎶 Kisah Indah - Devano 🎶
mungkin beberapa kalian ada yang taau lagu ini, dan emaaang lagu ini tuh sosweet bettt omegat 😔. dengerin yeaaahh terimakasi 💙
happy reading deh! 💙💙
●●●
Di lain sisi, kini Natasya tengah berjalan di jalanan kota Jakarta sendiri dengan perasaan kosong yang ia rasakan sekarang. Natasya tidak percaya bahwa Jordan akan berkata demikian di depan teman-temannya yang lain. Natasya tidak marah, ia hanya menghindar karna tahu bahwa dirinya dan Jordan butuh waktu untuk memaafkan dan mengerti satu sama lain. Apakah Natasya salah?
Natasya berjalan dengan pandangan kosong tanpa memperdulikan orang-orang yang tengah menatapnya aneh. Ia sekarang tidak ingin pulang, Natasya ingin lebih dulu mengelilingi arah jalan yang tengah ia pijak itu.
Di rasa lelah, Natasya memutuskan untuk mampir di salah satu Cafe yang tengah ia lewati itu. Natasya memasuki Cafe tersebut, lalu berjalan melangkah mencari meja yang kosong. Di rasa sudah menemukan, Natasya menghampiri meja tersebut, dia ia duduki bangku yang ada di sana. Natasya taruh tas yang ia bawa di atas meja Cafe tersebut.
Natasya membuka ponselnya, ia sudah melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Kak Nindia, Lila, Stella, dan Jordan. Natasya tidak menjawab itu semua, karena dengan sengaja ia mematikan data yang ia gunakan.
Sedang asik memainkan ponselnya, tiba-tiba salah satu waiters Cafe tersebut menghampiri Natasya. "Kak maaf, apa yang mau di pesan?" Tanya sang waiters. Di rasa pertanyaan itu untuknya, Natasya pun melepaskan tautan jarinya dengan ponselnya lalu menatap waiters tersebut. "Ice Americano aja kak satu, yang shoot 2 yaa kak." Pesan Natasya. Sang waiters pun mengangguk. "Di tunggu ya kak." Ucapnya. Natasya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
Natasya kembali melanjutkan memainkan ponselnya, ia hanya fokus pada satu objek, yaitu ponselnya. Ia tidak memperhatikan sekitar, ia tidak terlalu peduli tentang itu.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan Ice Americano Natasya pun sudah datang. "Ini kak pesenannya, selamat menikmati." Ucap waiters tadi. Natasya menerimanya. "Makasih yaa kak." Ucap Natasya. Sang waiters hanya mengangguk sambil tersenyum ramah lalu pergi meninggalkan Natasya.
Natasya meminum Ice Americano tersebut, tidak terlalu pahit karena yang Natasya pesan adalah Ice Americano shoot 2. "Gue kaya orang jomblo dah sendirian di Cafe gini, mana banyak orang pacaran." Monolog Natasya.
Natasya kembali melanjutkan memainkan ponselnya, Natasya membuka sebuah aplikasi yang bernama Instagram tersebut. Natasya scroll timeline yang ada pada Instagram-nya. Tidak ada yang menarik pikirnya. Natasya kembali membuka sebuah aplikasi yang bewarna biru burung tersebut. Natasya scroll timeline Twitter-nya. Tidak ada yang menarik lagi pikirnya.
Natasya melepaskan tautan jarinya dengan ponselnya lalu menghembuskan napasnya. "Time line kaga jelas, masa kaga ada yang menarik semua." Misuh Natasya kepada dirinya sendiri. Natasya memutuskan untuk tidak memainkan ponselnya lagi, ia hanya memperhatian pemandangan yang sedang ia lihat. Iya, pemandangan orang yang sedang berpacaran.
Natasya menghembuskan napasnya kembali. "Padahal gua udah taken ya, tapi keliatan kaya orang jomblo. Jordan, lo ngapa marah dah?" Gerutu Natasya. Ini Natasya terlihat sangat amat muak melihat pemandangan yang ada di depannya ini ber-mesra mesraan. Di kira dunia milik bedua doang apa ye.
KAMU SEDANG MEMBACA
NATASYAJORDAN
Novela JuvenilKisah ini menceritakan kisah antara Natasya, Jordan dan Ragella. Awal mereka bertemu memang tidak jelas. Tetapi, pertemanan antara mereka sangat membuat kalian iri. Hingga suatu hari, Jordan menaruh perasaan ke Natasya. Akankah Natasya tau dan mener...
