D u a p u l u h s a t u

19.9K 2.1K 422
                                        

Malam harinya, Kiara diam menatap ke arah tangannya sendiri. Gadis itu sesekali melirik ke arah pintu.

Mengapa di saat Kiara sudah sadar tentang perasaannya, semuanya malah menjadi kacau seperti sekarang.

Apa ia tak pantas bahagia? Rasanya, setiap kali Kiara akan merasa bahagia, ada saja yang membuat ia kecewa, sedih, dan juga kesal setelahnya.

Pintu ruangan terbuka menampakan sosok Kenzie yang menatap sendu ke arahnya.

Kiara membuang arah pandangnya.

Cowok itu berjalan ke arah Kiara. Duduk di tepi brankas, dengan posisi yang menghadap gadis itu.

"Jangan pergi, Ra."

Kiara memejamkan matanya. Hatinya berdenyut nyeri kala ucapan itu keluar dari mulut Kenzie.

"Gue akuin gue salah. Gue kalah sama nafsu gue, tapi tolong kasih gue kesempatan, sekali aja, Ra."

Kiara tak bergeming. Tangan Kenzie terangkat mengusap pipi gadis itu. Kiara tak bergerak sama sekali.

Kenzie tersenyum tipis. "Tidur, Ra. Udah malem." Kenzie beranjak, mencium kening Kiara, kemudian memilih duduk di sofa yang tersedia di sana.

Kiara memberanikan diri menatap Kenzie. Cowok itu ternyata masih memperhatikannya.

Belum pernah Kiara melihat Kenzie begini.

"Aku bakal maafin Kakak, kalau Kak Rara langsung yang jelasin semuanya."

Kenzie menegakan tubuhnya. Ia menatap Kiara ragu. Namun tak lama setelahnya, cowok itu mengangguk, "Iya."

"Tapi tolong, Ra. Jangan pergi."

***

"Gimana keadaan lo, Ra?"

Kiara tersenyum tipis, gadis itu mengangguk seolah mengatakan ia baik-baik saja.

David menjenguknya bersama Ayla yang berdiri di sampingnya. Ayla sudah mulai menerima permintaan maaf David, walaupun ia juga masih harus berjaga-jaga pada cowok itu.

"Kasian anak gue." David tersenyum miris.

Mungkin, dengan ini Kiara bisa kembali mengejar apa yang belum terkejar.

"Lo sama Abang gue gimana, Ra?" tanya Ayla.

Kiara diam beberapa saat. Gadis itu menggeleng pelan. "Aku gak tau, Kak."

Ayla mengangguk saja. Ia tak mau kepo terlalu jauh, ini urusan Abangnya dan juga Kiara.

Gadis itu menarik David dan mengajak cowok itu untuk pergi meninggalkan ruangan Kiara setelah berpamitan.

Tak lama, sosok Nara datang memasuki ruangan. Gadis itu berdiri di samping brankar Kiara.

"Gue mau minta maaf, Kak. Soal Kelakuan gue yang godain Kak Kenzie waktu itu."

Nara terlihat kesal, "Habis gue gemes tau. Masa ada orang yang hidupnya lempeng banget kayak dia. Kayak gak punya gairah hidup tau gak."

Kiara tertawa pelan. Gadis itu mengangguk saja.

"Udah ah, gue udah ditungguin sama Kak Ayla. Cepet sembuh, Kak!" Nara melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan ruangan Kiara.

Bad Husband [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang