6 tahun berlalu sangat cepat kini Sean dan Axel memiliki 4 anak yang menggemaskan, ya Sean mengandung kembali setelah dirinya pulang dari Australia.
Iyan dan Anna kini berumur 7 tahun sedangkan Sena dan Aren berumur 5 tahun, ya Sean lagi-lagi melahirkan bayi kembar berbeda kelamin ke dunia.
"Mas."
Azel yang sedang berada di ruang kerja nya menoleh ke arah pintu, Azel sudah tidak lagi bekerja sebagai dosen ia memilih untuk meneruskan bisnis keluarga nya dan menjadi seorang ayah yang baik.
"Sean? Ada apa?" Axel menghampiri Sean dan mempersilahkan Sean untuk duduk di sofa ruangan.
"Aku membawakan mu makan siang, dan hari ini adalah hari anniversary pernikahan kita jika kamu lupa." Sean menaruh rantang bawaan nya ke atas meja dengan senyum yang mengejek.
Azel terkekeh mendengar penuturan istri nya. "Jadi kamu pikir aku lupa? Sesibuk apa pun hari ini tidak akan pernah terlupakan, bahkan aku sudah memikirkan nya sejak kemarin."
"Apa yang kamu pikirkan?"
"Sesuatu yang indah." Sahut Azel. "Ikut dengan ku."
"Kemana?" Azel tidak menjawab ia mengandeng dengan lembut lengan istrinya keluar dari ruangan. "Mas jawab aku." Azel tetap tidak menjawab.
Sean memperhatikan sekitarnya, sepertinya Azel akan membawa nya pergi ke taman kantor.
"Apa? Tidak ada apa apa disini."
"Tutup mata mu." Sean menurut dan menutup mata nya.
Beberapa orang keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai merangkai beberapa lampu yang sudah disiapkan serta beberapa Bungan yang di taburkan di atas rumput-rumput kecil.
"Oke, sekarang buka mata mu." Ucap Azel yang sudah siap berlutut dengan sebelah lutut nya sebagai tumpuan.
"Happy anniversary." Suara itu memenuhi pendengaran Sean saat Sean membuka matanya.
Sean menemukan Azel berada di bawah dengan buket bunga mawar berwarna merah.
"Happy anniversary sayang." Ucap Azel setelah Sean mengambil bunga itu.
"Happy anniversary mama dan papa." Ucap 4 bocah kecil dengan kompak di sertai dengan satu Bungan mawar berwarna pink di tangan mereka masing-masing.
Sean tersenyum, ia melihat sekitar ada beberapa sahabat nya, ada mama dan papa nya, ada juga kedua mertuanya, semua berkumpul di taman itu untuk merayakan anniversary pernikahan nya.
Sean memeluk Azel dengan erat. "Terimakasih kamu sudah menjadi lelekai terbaik setelah papa selama 7 tahun, terimakasih kamu sudah menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab, terimakasih kamu sudah mau bersabar atas semua sifat ke kanak-kanak ku, i love you, my teacher!"
"Aku juga berterimakasih, sudah menjadi bidadari yang menerangi setiap langkah ku, sudah menjadi bidadari untuk anak-anak ku, kamu murid nakal ku, yang aku cintai." Azel mengecup kening Sean dengan penuh kasih sayang.
Mereka semua yang berada di sana tersenyum dengan sangat bahagia.
"Mama, papa. Apa aku akan di berikan adik baru?" Tanya Iyan.
Sean dan Azel yang sedang berpelukan melepaskan pelukan itu dan menatap kikuk mereka berdua saling bertatapan, bingung ingin menjawab seperti apa pertanyaan dari anak pertama nya itu.
"Tergantung Allah ya sayang, kalau Allah kasih kamu adik lagi insya Allah kamu akan punya adik baru." Ucap Azel dengan senyum nya.
"Oke ayah." Cengiran bocah 7 tahun itu terbit bersamaan dengan 3 adik nya yang ikut tersenyum.
"Terimakasih, untuk kebahagiaan yang selalu engakau berikan pada keluarga kecil hamba." Ucap Sean dalam batin nya.
***
Terimakasih untuk kalian yang sudah mau menunggu cerita ini hingga selesai, maaf atas keterlambatan nya dan maaf jika akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian.
I love you guys, baca cerita ku yang lain yaa... Dan akan ada cerita baru tungguin ya, follow akun ini ya biar kalian lebih gampang buat baca cerita ku yang lain.
Vote and komen yang aktif ya bund🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
my Bad Posessive husband
Romance[completed] Si bar bar Sean yang menikah dengan guru nya sendiri karena perjodohan dari orang tua nya. Sahabat kecil nya yang sudah kembali, terus bersama? Atau kembali pada zona nya?
