Setelah Pernikahan

6.1K 131 3
                                        

Kedua manusia itu masih tidur padahal pagi sudah menyapa, matahari telah memunculkan dirinya.

Hingga pukul 10.00 mereka baru terbangun dari tidur lelap nya."enggghhh."leguh perempuan cantik tanpa busana yang baru saja terbangun.

Ia celingukan dalam keadaan masih berbaring mencari jam dinding namun nih ia tak menemukan jam tersebut.

"badan gue sakit semua, ni gara gara Kak Azel nih emang, ishh, gimana cara nya gue sekolah hari ini?"ucap Sean pada dirinya sendiri.

"libur lah, sudah ku izinkan dirimu, lagi pula kita sudah kesiangan."ucap Azel.

Sean pun baru menyadari sesuatu,ya dia baru menyadari jika ia dan Azel sedang dalam ke adaan telanjang, tanpa busana sama sekali di tubuh nya."pakai baju Kak."titah Sean.

"lebih nyaman seperti ini sayang."jawab Azel yang malah menaruh lengan kokoh nya itu di perut Sean.

Sean pun hanya menghilang nafas berat nya."kau pakai baju atau tak dapat jatah selama empat malam?"Ancam sean membuat Azel melotot.

Azel langsung menghadap gadis yang kemarin baru sah menjadi istri nya itu."kau ingin membuat ku gila,mati atau apa hah? Semalam saja aku tak mendapatkan nya aku bisa gila apa lagi empat hari, dan ini baru awal pernikahan kita, masa iya aku tak mendapat jatah."keluh Azel dengan wajah masam nya.

Sean yang melihat kelakuan suami nya pun tetkikik geli."jangan menertawakan ku."ucap azel yang melihat istrinya tertawa.

"sudah lah sebaik nya kaka cepat pakai baju, jika ancaman ku tak ingin menjadi kenya~"belum selesai Sean berbicara Azel sudah berlari ke arah lemari tanpa ada rasa malu sedikit pun, ia mencari pakaian lalu memakai nya Sean terdiam mengamati tubuh telanjang suami nya, tanpa ia sadari Azel sudah berada di hadapan nya.

Chup~

Azel tiba-tiba menempelkan bibir nya dengan bibir Sean membuat sean tersentak kaget, Sean baru ingin menyelesaikan ciuman itu namun tengkuk nya sudah di tahan oleh Azel.

Cukup lama mereka berciuman, yang tadi nya hanya menempel sudah berubah menjadi lumatan, saat Sean merasa sesak ia memukul kencang lengan Azel.

"morning kiss sayang."ucap Azel tanpa rasa bersalah sedikit pun,sedangkan Sean ia masih mengatur nafas nya yang terenggah-enggah.

"kau gila ka? Apa kau ingin menjadi duda setebal hari pernikahan mu,hah?"kesal Sean.

"tentu tidak, siapa pula yang ingin menjadi duda."jawab Azel.

"kau mencium ku tanpa ampun membuat ku sesak jika aku mati karna kehabisan nafas bagai mana? "ucap Sean yang semakin kesal.

" ku cari yang bayu " jawab Azel yang tersenyum tanpa Sean ketahui.

Sean pun murka."oh baik kalau begitu ceraikan aku, cari perempuan lain sana,cari yang bisa mengerti dirimu aku hanya anak sma yang mencintai seorang guru ku send~" ucapan Sean terpotong karna Azel mencium nya kembali.

Azel melepaskan ciuman itu ia tersenyum melihat pipi Sean yang memerah."jangan marah lagi okey, aku hanya bercanda."ucap nya lalu pergi ke kamar mandi.

"ini masih pagi, tapi sudah membuat ku salting."ucap Sean dalam hati.
.
.
.
"gila si Cheryl berhasil dapetin pak Al, gak nyangka gue."ucap sahabat Sean.

Lawan bicara nya pun mengangguk."iya, apa lagi gue, dia berdua kan kalo ketemu berantem mulu, apa lagi pak Al yang selalu di buat kesel sama Cheryl."

my Bad Posessive husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang