34✓

457 78 39
                                        

“Jungkook hyung ke mana?” Beomgyu bertanya kala dirinya kembali bersama Taehyun ke ruang tengah dan tak melihat Jungkook di sana.

Waktu sudah berjalan sekitar 30 menit setelah kepergian Jungkook yang katanya mau menelepon dokter. Tapi sampai sekarang namja tersebut belum juga kembali.

“Nggak tahu, katanya sih mau nelepon dokter, tapi sampai sekarang belum belum ke sini lagi, lho,” Hueningkai membalas.

“Nelepon dokter? Buat apa? Kan Yoongi hyung udah sadar,” tanya Beomgyu lagi kepada Yeonjun, Soobin, dan Hueningkai yang sedang duduk di sekitar Yoongi yang baru sadar dari pingsannya.

“Eh, iya lho! Ntar kalau Jungkook hyung terlanjur nelepon dokter, gimana? Ayo kita cari Jungkook hyung aja sekarang!” ajak Hueningkai kepada teman-temannya yang berada di sana.

“Iya, tapi lo sama Yeonjun hyung di sini aja jagain Yoongi hyung, ya. Biar gue, Soobin hyung, dan Taehyun aja yang pergi cari dia. Toh Jungkook hyung cuma berada di salah satu ruangan di apartemen ini, kan?” Beomgyu memandang Yeonjun dan Hueningkai, meyakinkan pada dua namja tersebut untuk tidak ikut mencari dan meminta mereka untuk menjaga Yoongi yang baru saja terbangun dari pingsannya.

Setelah itu, ketiga namja itu pun pergi menuju tempat yang sekiranya Jungkook pakai untuk menelepon seseorang.

Sempat berkeliling apartemen, akhirnya Soobin pun berhasil menemukan Jungkook yang keluar dari kamarnya sendiri bersama dengan Taehyung. Kedua namja itu tampak memegangi kepala masing-masing, sepertinya mereka pusing.

Melihat itu, Soobin, Beomgyu, dan Taehyun pun berjalan menghampiri keduanya.

“Hyung, lo kenapa? Sakit, ya?” tanya Soobin kepada Jungkook sembari menatap Jungkook dari atas sampai bawah untuk memeriksa keadaannya.

“Enggak, kok. Cuma lagi sedikit pusing aja,” balas Jungkook singkat.

“Tadi hyung habis ngapain di kamar sama Taehyung hyung?" Beomgyu bertanya dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Eh, katanya hyung tadi mau nelepon dokter buat Yoongi hyung. Sudah apa belum?" Soobin menatap wajah Jungkook.

“Astaga, gue belum nelepon dokter! Bentar, ya!" panik Jungkook.

“Eh, hyung! Nggak usah nelepon dokter, Yoongi hyung udah siuman, kok,” tutur Soobin.

“Iya, kami ke sini cuma mau mastiin hyung udah nelepon dokter apa belum. Takutnya kan kalau dokternya udah hyung telepon dan sedang dalam perjalanan sedang yang pingsan udah sadar duluan, kan kasian orangnya. Beruntung sih kalau belum hyung telepon,”  ujar Beomgyu menimpali perkataan Soobin.

“Ah, syukurlah kalau begitu,” sahut Jungkook.

“Taehyung hyung, kepalanya masih sakit, ya?” tanya Beomgyu pada Taehyung yang masih terus menekan kepalanya, padahal Jungkook sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.

“Enggak, kok,” ucap Taehyung mengelak dari ucapan Beomgyu.

“Nggak usah bohong lah, Tae. Lagian keliatan juga kok kalau kepala lo masih sakit. Parah banget ya sakitnya?” Jungkook bertanya dengan bola matanya yang memancarkan kekhawatiran.

“Iya, Kook. Malah makin parah sakitnya, anjir,” umpat Taehyung.

“Mau ke ruang tengah, Tae? Bareng sama yang lain dan istirahat di sana sekalian?” tanya Jungkook kepada Taehyung yang masih setia menekan kuat kepalanya.

“Atau mau istirahat sendiri di kamar? Kan sepi tuh, jadi bisa tidur dengan tenang,” ucap Beomgyu memberi penawaran lain.

“Ke ruang tengah aja, deh. Gue malah takut kalau istirahat sendirian di kamar,” balas Taehyung membalas tawaran teman-temannya.

Bad Past | BTS (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang