Bad Past | Jung Hoseok

531 64 28
                                        

20 tahun yang lalu

Jung Hoseok, seorang namja kecil berusia 7 tahun dengan fasilitas hidup yang sangat memadai. Dia terlahir dari keluarga kaya dengan harta yang tak perlu ditanya lagi berapa jumlahnya.

Selama 7 tahun hidupnya, tak pernah sekalipun keinginannya tak dipenuhi. Meski dia adalah orang kaya, Hoseok adalah namja lembut dan baik. Dia tahu mana yang benar dan salah diusianya yang masih belia. Hoseok jarang sekali melakukan kenakalan seperti mencoret-coret tembok dan sebagainya. Sejak kecil, ibunya selalu mengajari dengan baik setiap fungsi barang-barang di sekitar. Hoseok juga anak yang tidak tamak, dia akan dengan senang hati memberikan barang-barang baik itu mainan, peralatan sekolah, bahkan makanan kepada teman-temannya jika mereka menginginkannya.

Selama jam berdetak dengan waktu yang terus berotasi, hidup Hoseok secara garis besar hanya diisi dengan kebahagiaan. Hingga suatu saat fakta mengejutkan yang selama ini tidak ia ketahui itu terdengar jelas di telinganya.

“Kau harus mencintai Hoseok layaknya kau mencintai Jiwoo!” ujar sang ibu sembari menangis menatap mata sang ayah.

“Tidak mungkin! Jiwoo adalah anakku,sedangkan Hoseok hanyalah anak dari suami brengsekmu dulu!” ketus sang ayah.

“Tapi mau bagaimana pun, sekarang ini Hoseok adalah anakmu!” lirih ibu Hoseok dengan sendu.

“Hoseok bukan anakku!" kukuh sang ayah kepada ibunya.

Hoseok yang saat itu ingin menunjukkan hasil gambarannya kepada sang ibu harus terdiam kaku mendengar penuturan ayahnya yang terdengar begitu kasar.

Dengan rasa penasaran yang tinggi, dengan berani Hoseok terus mendengarkan pembicaraan orang tuanya dengan diam-diam.

Tapi sialnya, Hoseok kecil itu tidak tahu bahwa ada celah pada pintu kamar orang tuanya. Dengan penglihatan tajam milik sang ayah, Tuan Jung tahu bahwa anak dari istri jandanya itu sedang menguping.

“DASAR ANAK NAKAL! BISA-BISANYA KAU MENDENGARKAN PEMBICARAAN ORANG TUA SECARA DIAM-DIAM!"

Hoseok kecil terperanjat kaget mendengar suara lantang dan menggelegar milik ayahnya. Buku gambar yang ia bawa bersama crayon dan alat tulis lainnya jatuh berserakan di lantai.

Segera Hoseok memunguti benda-benda itu. Saat badannya membungkuk untuk mengambil kotak pensil, kerah baju bagian belakangnya ditarik keras oleh sang ayah hingga membuat Hoseok ingin muntah karena tekanan yang begitu kuat.

“DASAR ANAK NAKAL!”

Plak!

“Apakah yang seperti ini yang kau maksud dengan anakku? Apakah dengan sifat tidak sopannya ini dia layak disebut sebagai anakku? Memalukan.” Tuan Jung menatap Hoseok tajam.

Hoseok kecil hanya bisa diam menahan air matanya yang hendak tumpah mendapat perlakuan kasar dari sang ayah.

‘Jadi ini adalah alasan kenapa ayah tidak pernah bermain denganku? Kenapa ibu menyembunyikan semua ini? Kenapa?’ batinnya.

Nyonya Jung tak bisa berbuat banyak, dia hanya diam selama suami barunya memarahi anak laki-lakinya. Kalau pun dia membela Hoseok di depan suaminya, yang ada suaminya itu nanti akan marah dan tak akan membiayai hidup Hoseok sama sekali.

“Kau tahu, nak? Ayahmu adalah seorang pengangguran yang kerjanya cuma berjudi, bermabuk-mabukkan, bercinta dengan semua jalang, dan tentu saja dia hanya bisa menyusahkan semua orang yang berada di sekitarnya. Pantas saja dirimu jadi tidak sopan seperti ini, pasti semua itu karena bawaan dari sifat brengsek ayahmu,” ketus sang ayah sembari mendorong kuat bahu Hoseok kecil hingga terjatuh.

Bad Past | BTS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang