30✓

475 81 97
                                        

Jumat, jam 09.00

Karena bangun kesiangan, Beomgyu tadi pagi tidak sempat ikut sarapan bersama teman-temannya. Alhasil, setelah kelas pertama berhasil ia lewati dengan rasa lapar yang menyiksa, ia langsung berlari menuju ke kantin secepat yang ia bisa.

Setibanya di sana, ia langsung ke salah satu kedai untuk membeli sepiring nasi goreng. Sudah lama ia tak menyantap makanan tersebut, karena itu ia ingin mengingat rasa nikmatnya lagi.

Ketika Beomgyu tiba di kedai itu suasana begitu ricuh, penuh dengan orang-orang yang kelaparan.

Melihat kerumunan yang masih banyak, Beomgyu memilih untuk menyenderkan saja punggungnya ke tembok sembari mengawasi sekitar supaya urutan antrenya tidak dilewati.

Di saat mata tajamnya mengawasi sekitar, tak sengaja tatapannya mendarat pada seorang namja tampan yang hendak menyalip antreannya. Oleh karena itu, Beomgyu langsung berdiri dan mendahului seorang namja yang tak lain adalah Taehyung.

“Gue dulu, hyung,” ujar Beomgyu.

“Curang lo, ah! Datang-datang main serobot aja,” kesal Taehyung.

“Kalau ngomong jangan sembarangan ya, hyung! Gue dari tadi udah ada di sini, tapi nggak ngantre sih, cuma sendenan doang di tembok sambil ngawasin antrean gue. Tadi mau lo ambil, sih. Ya langsung gue duluin lah,” terang Beomgyu menjelaskan alasan kenapa dia tiba-tiba menyerobot mendahului Taehyung.

“Tetep aja lo itu curang, dari tadi ngantre lo nggak ada capek-capeknya, anjir. Harusnya lo tuh ada di belakang sendiri sekarang,” ujar Taehyung kepada Beomgyu.

“Bodo, yang penting sekarang gue bisa langsung makan.” Beomgyu menatap Taehyung sembari menjulurkan lidahnya mengejek karena dia sudah selesai mengantre dan kini adalah gilirannya untuk membeli.

Beomgyu mengatakan kepada penjual apa saja yang ia pesan, tak butuh waktu lama untuk penjual itu melayaninya karena hanya menghabiskan sekitar 3 menit saja semua pesanannya sudah siap.

Setelah itu, Beomgyu pun langsung pergi dari kedai tersebut.

“Gyu, tungguin gue ngapa!” ujar Taehyung kepada Beomgyu yang baru saja melangkah keluar. Namun untungnya Beomgyu masih bisa mendengarnya.

“Ogah, ntar capek gue berdiri. Gue cariin meja aja, ya!” balas Beomgyu.

“Iya, deh. Sip sip!” sahut Taehyung.

Setelah itu, langsung saja Beomgyu mencari meja kosong dengan muatan yang setidaknya 2 orang.

Setelah mengedarkan pandangan untuk melihat seisi kantin, Beomgyu pun akhirnya mendapatkan meja itu walaupun berada di pojokan. Hanya tersisa meja itu yang kosong, meja kantin yang berada di dekat bangunan lama. Konon katanya, meja itu tak boleh diduduki siapa pun karena banyak yang bilang kursi itu khusus buat ‘mereka’.

“Nggak mungkin bakal terjadi hal yang aneh-aneh, Gyu. Jangan takut, daripada lo makan sambil berdiri,” Beomgyu berkata pada dirinya sendiri.

Setelah itu, ia pun langsung duduk di sana. Selama melangkah, banyak sekali orang yang melihatnya karena arah jalannya. Tapi Beomgyu berusaha untuk mengabaikannya dan tetap duduk di sana.

Baru saja dia duduk, Taehyung dengan pesanannya pun sudah tiba di hadapannya. Sempat kaget, tapi Beomgyu langsung menetralkan ekspresi wajahnya.

“Niat banget dah lo nyari tempat duduk. Kek nggak ada meja lain aja,” Taehyung berkata sembari memandangi sekitar mejanya.

“Tapi emang kenyataannya nggak ada meja lain yang kosong, hyung. Lo liat aja deh sendiri,” sahut Beomgyu.

“Iya juga, sih,” tutur Taehyung.

Bad Past | BTS (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang