EPILOG

4.3K 525 22
                                        

PENTING: 
FOLLOW WATTPAD EVATHINK AGAR MENDAPAT NOTIFIKASI CERITA BARU DAN INFO LAINNYA!

MASUKKAN CERITA-CERIT EVATHINK KE DALAM PERPUSTAKAAN AGAR KALIAN MENDAPAT NOTIFIKASI UPDATE PART BARU.

TANPA FOLLOW DAN MEMASUKKAN CERITA KE PERPUSTAKAAN, KALIAN TIDAK AKAN MENDAPAT NOTIFKASI DARIKU.


Epilog

Drake tersenyum lega. "Hai, Valen."

"Ba..gaimana kau tahu aku di sini?" tanya Valencia terkejut.

Alih-alih menjawab, Drake menarik Valencia ke dalam pelukan dan memeluknya erat. Tubuh Valencia kaku di dalam pelukannya.

Drake menghirup aroma Valencia yang ia rindukan, dalam-dalam. "Aku sangat merindukanmu, Val," desah Drake serak. Dadanya sesak oleh rasa lega, rindu dan cinta.

Seolah tersadar, Valencia melepaskan pelukan Drake. Dengan enggan, Drake mengendurkan dekapannya.

"Bagaimana kau tahu aku di sini, Drake?" Valencia mengulang pertanyaannya. Wanita itu menatap Drake dalam-dalam.

Drake balas menatap. Tangannya terulur mengelus pipi Valencia.

Valencia melangkah mundur dan elusan Drake terlepas.

Sejujurnya Drake kesal mendapat sambutan yang seperti itu, ia rindu setengah mati pada Valencia, tapi rupanya tidak dengan wanita itu.

"Ceritanya panjang." Sangat panjang. Setelah semua usaha tak membuahkan hasil dan Drake semakin putus asa, Sebastian akhirnya berhasil mendapatkan informasi keberadaan Valencia. Insting Sebastian memang luar biasa, mengalahi dektektif terkenal yang Drake bayar mahal tapi sebenarnya bodoh itu. Sebastian berhasil memaksa Ray membuka mulut.

"Kau mendatangi Ray, bukan? Hanya dia yang tahu keberadaanku."

Drake tak senang setiap kali mendengar Valencia menyebut nama Ray. Ingin ia mencium bibir wanita itu untuk membungkam dan menghentikannya menyebut nama pria lain. Namun bukan itu yang terpenting saat ini. Kebersediaan Valencia kembali kepadanyalah yang utama.

"Kurang lebih seperti itu," jawab Drake singkat.

Valencia cemberut. Drake yakin wanita itu sedang kesal pada Ray. Bagus. Drake senang kalau Valencia tak lagi memercayai Ray dan dekat-dekat dengan pria itu.

"Apa kau tak akan mempersilakanku masuk?"

"Kenapa kau ke sini, Drake?" Valencia menatap Drake dalam-dalam. Mengabaikan keinginan pria itu untuk masuk ke dalam rumah.

Drake balas menatap, lalu menghela napas panjang. Tanpa bisa menahan diri, ia bergerak maju dan kembali memeluk Valencia. "Aku benar-benar merindukanmu, Val."

Valencia menggeliat, mencoba melepaskan diri.

Drake dengan sangat terpaksa mengurai dekapannya.

Tanpa bersuara Valencia berbalik, berjalan lamban memasuki ruang tamu. Drake menatap wanita yang ia cintai itu dengan mata terasa panas. Valencia tak lagi menggunakan kruk. Kaki wanita itu kini sembuh sepenuhnya.

***

Dari kemungkinan yang ada, kedatangan Drake tak pernah terlintas di benak Valencia.

Namun di sinilah pria itu.

Duduk di ruang tamu dengan mata yang hampir tak lepas darinya.

Pria itu tampak letih. Ada lingkaran hitam di bawah mata, dan cambang dan janggut yang tumbuh dengan liar. Tubuhnya juga lebih kurus. Apakah kepergiannya membuat Drake kehilangan dan menderita?

Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang